Media90.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground Lampung 2026 yang memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Lampung. Kejuaraan tersebut berlangsung di kawasan Kotabaru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dan menjadi salah satu ajang olahraga berkuda bergengsi yang diikuti peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Lampung ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kawasan Kotabaru sebagai calon sport center di Provinsi Lampung. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus lokasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga berskala nasional.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa pengembangan kawasan Kotabaru mendapat dukungan dari cabang olahraga paramotor. Menurutnya, ke depan kawasan tersebut akan difungsikan sebagai pusat latihan bagi atlet berkuda maupun paramotor di Lampung.
“Dalam waktu dekat kami akan menyiapkan fasilitas agar atlet berkuda dan juga atlet paramotor di Lampung bisa berlatih secara rutin di Kotabaru,” ujar Taufik Hidayat.
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas olahraga di Kotabaru merupakan bagian dari persiapan jangka panjang menuju penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Sementara dalam jangka pendek, kawasan tersebut akan difokuskan sebagai pusat pembinaan atlet dengan penyediaan sarana dan prasarana yang terus disesuaikan dengan standar nasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung, Meiry Harika Sari, menilai Kejurnas Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground Lampung 2026 menjadi wadah penting dalam proses pembinaan atlet sekaligus ajang untuk menjaring bibit-bibit potensial yang dapat meningkatkan prestasi olahraga Lampung di tingkat nasional.
Menurut Meiry, olahraga berkuda tidak hanya menuntut kemampuan fisik yang prima, tetapi juga melatih ketangkasan, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat saat bertanding.
Ia juga menilai kawasan Kotabaru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan berkuda karena didukung semakin berkembangnya klub-klub berkuda di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Ketua Umum Pordasi Lampung, Supendi, mengatakan kejuaraan nasional ini menjadi momentum penting bagi para atlet untuk mengukur hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level nasional.
Supendi mengungkapkan bahwa Lampung kini telah memiliki sejumlah stable atau kandang berkuda mandiri dengan koleksi kuda yang dipersiapkan untuk berbagai nomor pertandingan, mulai dari endurance 20 hingga 40 kilometer, horseback archery, equestrian, dressage, hingga jumping.
Kejuaraan Terbuka Nasional Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground Lampung 2026 diikuti atlet dari lima provinsi, yakni Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Sumatera Selatan. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah yang serius mengembangkan olahraga berkuda dan menyiapkan infrastruktur menuju penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.














