Media90.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Bengkulu, Hairul Mumin, menilai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi berhasil menjalankan perannya sebagai penyambung komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Menurut Hairul, kemampuan komunikasi Prasetyo menjadi salah satu faktor yang membuat berbagai kebijakan pemerintah dapat diterima masyarakat tanpa menimbulkan polemik berlebihan.
Ia menilai Prasetyo mampu memilih diksi yang tepat serta menyampaikan pesan dengan intonasi yang tenang.
“Prasetyo ini mampu mengomunikasikan setiap kebijakan pemerintah sehingga dapat diterima masyarakat. Intonasinya tenang, penyampaiannya lugas, dan pilihan katanya terstruktur, sehingga pesan pemerintah mudah dipahami tanpa menimbulkan kontroversi, menunjukkan kematangannya sebagai tokoh publik,” kata Hairul dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Selain menyoroti kemampuan komunikasi, Hairul menilai perjalanan karier Prasetyo Hadi juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tersebut, menurut Hairul, menempuh proses panjang sebelum dipercaya mengemban jabatan sebagai Mensesneg.
Ia menyebut posisi yang kini diemban Prasetyo merupakan hasil dari proses pembelajaran, pengalaman, serta konsistensi dalam berkiprah di dunia politik dan pemerintahan.
“Posisi yang diraih Prasetyo ini tidak datang secara instan, karena ada proses panjang yang membentuk karakter kepemimpinannya. Semangat perjuangan itulah yang patut menjadi teladan, terutama bagi generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme,” ujar Hairul.
Hairul juga menilai Prasetyo mampu membangun komunikasi politik yang menjembatani hubungan pemerintah dengan berbagai lembaga negara maupun masyarakat.
Menurutnya, peran tersebut turut berkontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan berbagai kebijakan pemerintah.
“Ia menjadi penghubung utama antara pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat. Kemampuan merangkul berbagai pihak membuat komunikasi antarlembaga berjalan lebih efektif,” sebut Hairul.
Selain itu, Hairul menilai Prasetyo masih memegang teguh nilai-nilai marhaenisme yang diwariskan Bung Karno.
Ia menyoroti komitmen Prasetyo yang terus mendorong penerapan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pijakan dalam pembangunan ekonomi nasional.
Hairul melihat komitmen tersebut sebagai fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
Menurutnya, Pasal 33 UUD 1945 harus tetap menjadi landasan dalam membangun sistem ekonomi nasional yang berpihak pada kepentingan rakyat.














