Media90.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu menjadi motor penggerak perubahan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berbasis data, serta berorientasi pada pelayanan publik demi mewujudkan visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.
“Pelatihan ini bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban administrasi. Ini adalah proses pembentukan karakter kepemimpinan, integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan yang akan menentukan keberhasilan pembangunan daerah,” ujar Jihan saat membuka PKA Angkatan I dan II serta Latsar CPNS Angkatan XIV dan XV Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Lampung, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (15/6/2026).
Jihan menjelaskan, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga disrupsi global membuat birokrasi harus mampu beradaptasi lebih cepat. Pemerintah dituntut menghadirkan solusi yang efektif, inovatif, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pola kerja birokrasi lama sudah tidak lagi relevan. ASN harus mampu memanfaatkan teknologi serta mendorong inovasi agar tidak tertinggal oleh perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, Pemprov Lampung saat ini tengah menjalankan sejumlah program strategis, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, percepatan penanggulangan kemiskinan, pembangunan desa melalui Program Desaku Maju, penguatan ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri berbasis komoditas unggulan daerah.
Seluruh program tersebut, lanjut Jihan, membutuhkan ASN yang mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam program kerja yang nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta pelatihan agar memahami visi pembangunan Lampung, yakni “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, yang dijalankan melalui tiga misi utama, yaitu membangun ekonomi yang kuat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan berkelanjutan.
Selain itu, Jihan mengajak peserta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan menuju Indonesia Emas 2045, mulai dari bonus demografi, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), transformasi ekonomi digital, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global.
Ia menyebutkan sekitar 68 persen penduduk Lampung saat ini berada pada usia produktif. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan apabila didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul.
Karena itu, transformasi birokrasi harus dilakukan tidak hanya melalui reformasi administrasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh ASN agar semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Pelatihan Dasar CPNS sendiri bertujuan membentuk karakter serta kompetensi dasar ASN melalui pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai dasar ASN dengan kompetensi teknis sesuai bidang tugas masing-masing.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I diikuti sebanyak 29 peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah dan kementerian/lembaga, sedangkan Angkatan II diikuti 45 peserta.
Sementara itu, Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XIV dan XV diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pringsewu, dan Mesuji.
Pelaksanaan PKA berlangsung mulai 15 Juni hingga 3 September 2026 dengan metode blended learning, sedangkan Latsar CPNS dijadwalkan berlangsung hingga 24 Juli 2026.
Melalui pelatihan tersebut, Pemprov Lampung berharap lahir ASN yang memiliki integritas, kompetensi, serta jiwa kepemimpinan yang mampu menjadi agen transformasi birokrasi, memperkuat kualitas pelayanan publik, dan mempercepat terwujudnya Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.














