BERITA

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Bandar Jaya–Mandala, Anggaran Hampir Rp96 Miliar

Luluk RJMP
6
×

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Bandar Jaya–Mandala, Anggaran Hampir Rp96 Miliar

Sebarkan artikel ini
Rp95 Miliar Digelontorkan, Pemerintah Provinsi Lampung Mulai Perbaiki Jalan Bandar Jaya–Mandala di Lampung Tengah
Rp95 Miliar Digelontorkan, Pemerintah Provinsi Lampung Mulai Perbaiki Jalan Bandar Jaya–Mandala di Lampung Tengah

Media90 – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan groundbreaking perbaikan Ruas Jalan Bandar Jaya–Mandala di Lampung Tengah, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam merealisasikan peningkatan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Secara keseluruhan, Pemprov Lampung mengalokasikan pembangunan melalui delapan paket pekerjaan dengan total anggaran mencapai Rp306 miliar, mencakup penanganan jalan sepanjang 30,40 kilometer di sejumlah ruas strategis.

Ads
close ads

Khusus untuk ruas Bandar Jaya–Mandala, total penanganan efektif mencapai 10,7 kilometer dengan anggaran sebesar Rp95,98 miliar. Proyek ini menggunakan kombinasi konstruksi rigid pavement (beton) dan flexible pavement (aspal), yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Jihan Nurlela menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan dilakukan secara maksimal melalui penyesuaian dan efisiensi anggaran lintas perangkat daerah.

“Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh pelaksana dan pengawas agar mengerjakan sesuai kontrak kerja dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Pemprov Lampung tetap optimistis bahwa pembangunan jalan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lampung Tengah menjadi salah satu prioritas karena memiliki panjang ruas jalan provinsi terpanjang serta tingkat kerusakan yang cukup signifikan. Pemerintah menargetkan kondisi kemantapan jalan meningkat dari 86,49 persen menjadi 96,49 persen pada tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa ruas Bandar Jaya–Mandala merupakan jalur strategis dan menjadi ruas terpanjang kedua di wilayah Lampung.

Menurutnya, lalu lintas harian rata-rata di ruas tersebut tergolong tinggi, mencapai lebih dari 10.000 satuan mobil penumpang per hari, sehingga menjadikannya salah satu jalur dengan aktivitas transportasi padat.

“Kondisi kemantapan jalan saat ini sekitar 84 persen, namun percepatan kerusakan terjadi cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir akibat faktor teknis di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerusakan jalan dipicu oleh kondisi topografi yang relatif datar, sehingga aliran air menjadi lambat dan menyebabkan sedimentasi di saluran drainase. Hal ini memicu genangan air yang berdampak pada kerusakan badan jalan.

Selain itu, perkembangan kawasan di sepanjang ruas jalan juga turut memengaruhi sistem drainase. Banyak saluran air tertutup akibat pembangunan ruko dan akses parkir yang tidak sesuai standar.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Lampung menerapkan dua pendekatan konstruksi, yakni rigid pavement dengan dan tanpa bahu jalan, serta flexible pavement sesuai kebutuhan lapangan. Lebar jalan juga ditingkatkan dari 4,5 meter menjadi 6 meter guna mendukung kelancaran arus kendaraan, khususnya kendaraan berat.

Dengan desain baru tersebut, kendaraan besar seperti truk diharapkan dapat melintas dengan lebih aman dan lancar. Selain itu, pada beberapa bagian dengan kerusakan ringan akan dilakukan overlay untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran.

Pemprov Lampung optimistis hingga akhir tahun 2026 kondisi kemantapan jalan di ruas Bandar Jaya–Mandala dapat mencapai 96 persen, meskipun masih menyisakan sekitar 1,4 kilometer yang direncanakan akan ditangani pada tahun berikutnya.

Tinggalkan Balasan