Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung merumuskan sejumlah langkah strategis guna menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi daerah. Upaya ini dilakukan dengan menyusun berbagai skema kebijakan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Pembahasan Rancangan Awal Perubahan RKPD 2026 dan Prioritas Pelaksanaan APBD 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, pada Rabu (25/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Marindo menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, konflik internasional dapat memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang terukur dan adaptif.
“Semua harus menyiapkan berbagai bentuk mitigasi terhadap situasi global yang berkembang akibat dampak dari konflik Timur Tengah. Bappeda dan BPKAD perlu melihat kondisi secara komprehensif, untuk menentukan langkah apa saja yang bisa kita lakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan yang dirancang harus mampu melindungi masyarakat dari potensi tekanan ekonomi, tanpa menimbulkan beban baru. Pemerintah daerah berkomitmen agar setiap langkah antisipatif tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Selain itu, penyesuaian anggaran juga harus dilakukan secara hati-hati. Marindo menekankan bahwa perubahan kebijakan fiskal tidak boleh mengganggu jalannya program-program prioritas daerah yang telah dirancang sebelumnya.
Beberapa program strategis seperti hilirisasi, peningkatan produksi pertanian, program Desaku Maju, serta pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama Pemprov Lampung. Program-program tersebut dinilai penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui langkah-langkah strategis yang disiapkan, Pemprov Lampung optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global, serta memastikan pembangunan daerah tetap berjalan secara berkelanjutan.














