Media90.id – Bagi jutaan keluarga di Indonesia, kehadiran listrik dari PT PLN (Persero) bukan hanya sekadar sumber penerangan, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembuka peluang kehidupan yang lebih produktif.
PT PLN (Persero) terus memperluas akses energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar semakin banyak masyarakat di Indonesia dapat menikmati listrik secara berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, PLN mencatat penambahan 3,3 juta pelanggan baru, sehingga total pelanggan secara nasional mencapai 96,2 juta pelanggan. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari sambungan listrik reguler, tetapi juga melalui berbagai program strategis seperti Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai dari donasi pegawai PLN.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam memperluas akses energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.
“Dukungan pemerintah yang kuat menjadi fondasi penting bagi PLN untuk menjalankan mandat menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Listrik bukan sekadar energi, tetapi juga penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan.
Selain memperluas akses energi, peningkatan jumlah pelanggan juga berdampak pada kinerja pendapatan penyambungan pelanggan yang mencapai Rp2,24 triliun pada 2025, tumbuh 28,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pelanggan PLN terjadi di berbagai segmen. Pelanggan rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar dengan penambahan 2,74 juta pelanggan atau tumbuh sekitar 3,2 persen secara year on year (YoY), dari 84,66 juta menjadi 87,40 juta pelanggan.
Sementara itu, sektor bisnis mengalami peningkatan sekitar 8,8 persen YoY dari 5,15 juta menjadi 5,60 juta pelanggan, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Pada segmen industri, pertumbuhan bahkan mencapai 18,6 persen YoY, dari 253 ribu menjadi 300 ribu pelanggan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produksi nasional.
“Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat,” jelas Darmawan.
Selain itu, segmen sosial juga meningkat sekitar 4 persen dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan, sementara segmen pemerintah naik dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan atau tumbuh sekitar 4,8 persen, seiring bertambahnya sambungan listrik pada fasilitas umum dan layanan publik.
Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, memperluas akses energi, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik guna mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di seluruh Indonesia.














