Media90 – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus memperkuat komitmen menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan diskusi peningkatan toleransi umat beragama yang digelar di Rumah Panggung Kompleks Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, Asisten Deputi Bina Keagamaan, Asep Sunandar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, jajaran pengurus FKUB, tokoh lintas agama, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna tersebut menjadi ruang dialog bersama untuk memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi momentum mempertegas pentingnya nilai moderasi beragama sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Dalam sambutannya, I Komang Koheri menegaskan bahwa kerukunan bukan berarti menyeragamkan keyakinan, melainkan membangun kehidupan yang damai di tengah berbagai perbedaan.
“Kerukunan adalah sikap saling menghormati, memahami, dan menjaga satu sama lain meskipun berbeda suku, agama, budaya, maupun pandangan,” ujar Koheri.
Ia juga mengapresiasi peran FKUB Kabupaten Lampung Tengah yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial di daerah.
Menurutnya, FKUB selama ini mampu menjadi jembatan komunikasi antarumat beragama sekaligus menghadirkan pendekatan humanis dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“FKUB telah menjadi ruang bersama bagi para tokoh agama untuk duduk bersama, berdialog, dan menyelesaikan persoalan secara damai,” katanya.
Koheri menambahkan, kondusivitas dan kuatnya toleransi antarumat beragama di Lampung Tengah tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat serta sinergi yang baik antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Ia berharap kegiatan diskusi tersebut tidak berhenti sebatas forum seremonial, melainkan mampu melahirkan langkah nyata dalam menjaga persatuan dan menjadikan toleransi sebagai budaya hidup masyarakat.
“Kerukunan harus terus dirawat agar tercipta kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera di tengah masyarakat,” pungkasnya.














