Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di wilayah pedesaan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, program MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Sejarah peradaban dunia menunjukkan negara maju selalu dimulai dari anak-anak yang cerdas dan sehat. Oleh karena itu, kualitas pendidikan harus dibarengi dengan pemenuhan nutrisi yang baik,” ujar Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri pelantikan pengurus Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (Gapembi) Lampung periode 2025-2030 di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
Menurut Gubernur, gagasan Program MBG telah lama menjadi perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai langkah untuk menjawab persoalan ketimpangan sosial dan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan.
Ia menilai Lampung memiliki tantangan besar karena sebagian besar masyarakat masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Fluktuasi harga komoditas seperti jagung dan singkong selama bertahun-tahun dinilai berdampak terhadap rendahnya tingkat kesejahteraan petani.
“Program MBG diharapkan menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Uang negara mengalir langsung ke desa melalui dapur-dapur MBG sehingga menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat masyarakat,” katanya.
Saat ini, lebih dari seribu dapur MBG telah terbentuk di Lampung. Kehadiran dapur-dapur tersebut mulai menyerap tenaga kerja sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Gubernur juga menekankan pentingnya membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi antara dapur MBG, koperasi desa, petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara lebih luas.
“Ke depan, dapur MBG tidak boleh hanya bergantung pada pemasok dari kota. Produk pertanian dan peternakan desa harus menjadi bagian utama rantai pasok sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar terjadi dari bawah,” tegas Rahmat Mirzani Djausal.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Lampung akan mendorong kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan koperasi desa serta pelaku usaha lokal di seluruh kabupaten dan kota di Lampung.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana mengapresiasi dukungan Pemprov Lampung terhadap percepatan pelaksanaan Program MBG.
Menurutnya, Program MBG merupakan program strategis nasional yang tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi kerakyatan dalam skala besar.
“Program ini memiliki dampak ekonomi luar biasa. Setiap dapur mengelola anggaran yang langsung berputar di tengah masyarakat melalui pembelian bahan pangan, pelibatan UMKM, petani, dan koperasi desa,” ungkap Tengku Syahdana.
Ia menambahkan, keberhasilan Program MBG sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, koperasi, hingga masyarakat desa.
Tengku juga mendorong agar setiap dapur MBG dapat melibatkan sebanyak mungkin pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi program tidak hanya terpusat pada kelompok tertentu.
Pelantikan pengurus Gapembi Lampung tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan Program MBG sebagai penggerak ekonomi desa dan pembangunan kualitas SDM di Lampung.














