Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat ketahanan wilayah guna mengantisipasi berbagai ancaman multidimensi yang terjadi di sejumlah daerah, khususnya di Provinsi Lampung.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, penguatan pertahanan negara saat ini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab militer, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga generasi muda.
“Pertahanan negara hari ini bukan hanya tanggung jawab TNI, tapi membutuhkan sinergi pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda,” ujar Marindo Kurniawan saat kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia Tahun Akademik 2025–2026 di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI berlangsung di Lampung pada 17 hingga 22 Mei 2026 dengan melibatkan 59 mahasiswa program magister beserta dosen dan staf Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Para peserta melakukan riset, pemetaan wilayah, dan audiensi terkait potensi daerah, ekonomi, serta ketahanan nasional di Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Lampung juga menekankan posisi strategis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera yang menghubungkan mobilitas manusia dan distribusi logistik nasional.
Keberadaan Selat Sunda, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, serta jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dinilai menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan dan stabilitas nasional.
Menurut Marindo, posisi strategis tersebut juga menghadirkan tantangan besar, mulai dari pengawasan distribusi barang ilegal, keamanan jalur perairan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan cuaca ekstrem.
“Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi dan ketahanan wilayah sebagai bagian dari ancaman nonmiliter yang harus diantisipasi secara serius,” katanya.
Selain itu, Marindo juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan ekonomi dalam memperkuat pertahanan negara. Lampung saat ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, kopi, tebu, udang, dan singkong. Bahkan, Lampung disebut menyumbang sekitar 70 persen produksi tapioka nasional.
Pemprov Lampung juga terus mendorong hilirisasi sektor pertanian dan pengembangan industri berbasis komoditas unggulan agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat daerah.
Penguatan konektivitas melalui pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan kawasan industri logistik turut dilakukan untuk memperkuat peran Lampung sebagai Gerbang Sumatera.
Di bidang sumber daya manusia (SDM), pemerintah daerah memberi perhatian besar terhadap penguatan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Langkah tersebut dilakukan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi transformasi teknologi dan tantangan global di masa depan.
Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Anton Nugroho menilai Lampung memiliki posisi strategis dalam perspektif pertahanan nasional karena menjadi jalur logistik penting sekaligus memiliki potensi besar di sektor pertanian, maritim, dan pariwisata.
Menurut Anton, kondisi geopolitik global yang tidak menentu membuat ancaman terhadap negara berkembang menjadi semakin kompleks. Ancaman tersebut tidak hanya berbentuk militer konvensional, tetapi juga perang informasi, ancaman siber, kejahatan lintas negara, hingga ancaman terhadap keamanan maritim dan ketahanan masyarakat.
Ia berharap hasil penelitian mahasiswa selama kegiatan KKDN dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kebijakan pertahanan negara dan pembangunan ketahanan wilayah di Lampung.
Selain menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara aspek pertahanan, keamanan, pembangunan daerah, dan stabilitas nasional, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
Melalui sinergi tersebut, hasil kajian mahasiswa diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Lampung dalam menghadapi berbagai ancaman multidimensi di masa mendatang.














