Media90.id – Klub Tenis Meja SIM Sports Lampung terus memantapkan persiapan menjelang keikutsertaannya dalam ajang STIGA ASEAN Table Tennis Club Championship 2026 yang akan berlangsung di Jawa Barat pada 11–13 Juni 2026. Kejuaraan bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut akan mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai negara di kawasan ASEAN.
Kompetisi ini dijadwalkan diikuti oleh peserta dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Kehadiran tim-tim kuat dari berbagai negara membuat persaingan dipastikan berlangsung ketat dan penuh tantangan.
Untuk menghadapi kejuaraan tersebut, tim SIM Sports Lampung menjalani program latihan intensif di Gedung SIM Kayu Manis, Bandar Lampung. Fokus latihan diarahkan pada penguatan strategi permainan, khususnya untuk nomor beregu putra dan beregu campuran yang menjadi salah satu andalan tim.
Kepala Pelatih SIM Sports Lampung, Akh Dahlan Haruri, mengatakan bahwa skuad yang disiapkan diperkuat sejumlah atlet berprestasi yang telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Atlet yang kami siapkan antara lain Rafanael Nikola Niman, Arfan Seina, Braydon Juvensim Susilo, dan Luky Purkani. Selain itu, kami juga memiliki dua atlet putri yang saat ini sedang menjalani program latihan di Jakarta,” ujar Dahlan Haruri.
Menurutnya, tahap persiapan saat ini lebih banyak difokuskan pada penyusunan strategi permainan dan komposisi tim. Hal tersebut dinilai penting karena format pertandingan beregu membutuhkan perpaduan pemain yang tepat pada nomor tunggal, ganda putra, maupun ganda campuran.
Dahlan menilai peluang SIM Sports Lampung untuk meraih hasil positif cukup terbuka. Tim diperkuat atlet-atlet yang telah memiliki pengalaman bertanding di berbagai ajang besar dan memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan pemain dari negara lain.
Meski demikian, ia mengakui bahwa lawan yang akan dihadapi bukanlah tim sembarangan. Negara-negara peserta seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina diperkirakan akan menurunkan pemain-pemain terbaik mereka untuk memburu gelar juara.
“Thailand, Malaysia, Vietnam hingga Filipina membawa kekuatan terbaiknya. Namun kami tetap optimistis karena atlet putra maupun putri Lampung memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di level internasional,” katanya.
Selain membidik prestasi pada ajang ASEAN Table Tennis Club Championship, SIM Sports Lampung juga menjadikan kejuaraan ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang rencananya akan digelar di Lampung.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov PTMSI Lampung, Wayan Sudarsono, mengungkapkan bahwa kepengurusan baru PTMSI Lampung di bawah kepemimpinan Ketua Umum Juwita Hasan tengah menjalankan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya olahraga, termasuk untuk para pelatih.
Salah satu program yang akan segera dilaksanakan adalah penataran pelatih daerah yang menghadirkan pelatih asal Tiongkok, Meng Xiaoxu. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan tenis meja di Lampung.
“Ini menjadi yang pertama di Lampung. Penataran pelatih tenis meja menghadirkan pelatih langsung dari Cina. Beliau sebelumnya juga pernah melatih atlet-atlet SIM saat menjalani program latihan di Cina,” ungkap Wayan.
Menurutnya, program tersebut mendapat respons positif dari para pelatih daerah. Hingga saat ini tercatat sekitar 26 peserta telah mendaftar dan jumlahnya ditargetkan mencapai 30 orang.
Persiapan yang dilakukan SIM Sports Lampung juga mendapat perhatian dari KONI Lampung. Dalam sesi monitoring latihan, hadir Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Lampung, Suhaimi, bersama anggota Bidang Pembinaan Prestasi, Imam Syafei.
Melalui dukungan berbagai pihak serta persiapan yang terus dimatangkan, SIM Sports Lampung berharap mampu tampil kompetitif dan membawa pulang prestasi membanggakan dari ajang STIGA ASEAN Table Tennis Club Championship 2026, sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah dengan pembinaan tenis meja yang terus berkembang di Indonesia.














