Media90 – Taman Wisata Wira Garden terus melakukan pembenahan menyeluruh pasca kejadian yang terjadi pada Rabu (1/4/2026). Pengelola kini memfokuskan langkah pada peningkatan sistem keamanan dan kenyamanan pengunjung agar aktivitas wisata dapat berjalan lebih aman.
Sejak berdiri pada era 2000-an, Wira Garden dikenal sebagai destinasi wisata yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun, insiden awal April tersebut menjadi momentum penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap standar operasional yang diterapkan.
Pengelola Wira Garden, Dedy Haryanto, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pihaknya dalam memperkuat sistem keselamatan di kawasan wisata.
“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Ke depan, penguatan sistem keamanan pengunjung menjadi prioritas utama,” ujar Dedy dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).
Sebagai langkah konkret, manajemen memperkuat sistem pengawasan yang sudah ada, termasuk penempatan petugas di titik-titik rawan serta pemberian imbauan keselamatan di area wisata. Selain itu, kini juga ditambahkan petugas pemantau informasi cuaca di wilayah hulu melalui kerja sama dengan aparat setempat untuk mendeteksi potensi risiko lebih dini.
Upaya mitigasi terhadap aktivitas pengunjung di area sungai juga diperketat. Dengan sistem baru tersebut, pengosongan area dapat dilakukan lebih cepat, bahkan beberapa jam sebelum potensi risiko terjadi.
Perbaikan juga dilakukan di pintu masuk kawasan wisata dengan penambahan standar operasional prosedur (SOP), di mana setiap pengunjung diwajibkan menerima imbauan keselamatan sejak awal kedatangan.
“Perbaikan sistem keamanan ini kami harapkan menjadi titik balik bagi manajemen. Kami berkomitmen, musibah kemarin adalah yang pertama dan terakhir terjadi di tempat ini,” tegas Dedy.
Selain itu, pengelola Wira Garden juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintah terkait audit keamanan destinasi wisata di Provinsi Lampung, khususnya di Kota Bandar Lampung.
Terkait korban dalam insiden tersebut, pihak manajemen telah menyalurkan santunan sebagai bentuk tanggung jawab moral. Komunikasi dengan pihak keluarga korban juga disebut terus berjalan secara baik dan kekeluargaan.
“Termasuk komitmen kami untuk membantu pendidikan adik salah satu korban,” pungkas Dedy.














