Media90.id – Suasana khidmat menyelimuti peringatan 40 hari wafatnya almarhum Aipda Septa Duipa yang digelar pada Jumat (29/5/2026) malam di kediamannya di Jalan Mataram, Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.
Halaman rumah almarhum tampak dipayungi tenda putih, sementara ratusan warga dan keluarga besar berkumpul untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi sosok anggota polisi yang dikenal berdedikasi dalam tugasnya.
Di tengah suasana penuh haru tersebut, hadir mantan Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika yang kini menjabat sebagai Pati Itwasum Polri. Kehadirannya menjadi perhatian sekaligus menghadirkan kesan mendalam bagi keluarga almarhum.
Didampingi Kombes Brian Benteng, Irjen Helmy Santika duduk bersila di atas karpet bersama warga tanpa sekat protokoler yang berlebihan. Momen tersebut menjadi gambaran kepedulian seorang pemimpin yang memilih melebur bersama masyarakat dalam suasana duka.
Kehadiran yang Menyentuh Hati Keluarga
Irjen Helmy Santika hadir langsung untuk mendoakan almarhum Aipda Septa Duipa sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan selama bertugas.
Sikap sederhana dan penuh empati yang ditunjukkan sang jenderal bintang dua meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar almarhum.
“Kami berterima kasih yang tak terhingga kepada Irjen Helmy Santika yang telah ikhlas melangkahkan kaki dan meluangkan waktunya untuk bersama-sama mendoakan almarhum adik kami,” kata perwakilan keluarga besar almarhum, Joharuddin.
Bagi keluarga, kehadiran Helmy Santika menjadi sumber kekuatan moril di tengah duka yang masih terasa mendalam sejak kepergian Aipda Septa.
Ikatan Emosional Berawal dari Tragedi Bakauheni
Kedekatan emosional antara Irjen Helmy Santika dan keluarga almarhum diketahui telah terjalin sejak tragedi kecelakaan beruntun yang dialami Aipda Septa di Pelabuhan Bakauheni pada Februari 2024.
Saat itu, Aipda Septa mengalami musibah ketika sedang melakukan pemeriksaan kendaraan dalam upaya mencegah masuknya narkoba ke wilayah Lampung.
Atas dedikasi tersebut, Helmy Santika secara terbuka memberikan penghormatan tinggi kepada anggotanya dan menyebut Aipda Septa sebagai seorang pahlawan.
Menurutnya, risiko yang dihadapi Aipda Septa merupakan bentuk pengabdian nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.
Dukung Keluarga Hingga Masa Sulit
Kepedulian Helmy Santika tidak berhenti pada urusan kedinasan semata. Bersama istrinya, Lurie Helmy Santika, ia turut memberikan dukungan moral kepada keluarga sejak masa operasi dan perawatan Aipda Septa.
Ia bahkan beberapa kali mengunjungi kediaman almarhum sebagai bentuk perhatian dan dukungan secara langsung kepada keluarga.
Mella Septa Duipa, istri almarhum, juga sempat mengenang momen tersebut melalui media sosial pribadinya. Ia menceritakan bagaimana kehadiran pimpinan Polri tersebut mampu membangkitkan semangat suaminya yang sempat menjalani masa kritis dan koma.
Bagi Mella, dukungan yang diberikan menunjukkan bahwa rasa kekeluargaan di institusi kepolisian benar-benar hadir secara nyata.
Jejak Pengabdian yang Akan Terus Dikenang
Meski Aipda Septa Duipa akhirnya meninggal dunia pada 19 April 2026, keluarga meyakini jejak pengabdian almarhum akan terus dikenang.
Keluarga berharap anak-anak almarhum kelak dapat melanjutkan semangat pengabdian sang ayah kepada bangsa dan negara.
Mella juga berjanji akan terus menjaga nama baik suaminya sebagai kebanggaan keluarga yang telah memberikan dedikasi terbaik selama bertugas.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga turut memohon doa dari masyarakat agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT sebagai syahid yang gugur saat menjalankan tugas.
Kehadiran Irjen Helmy Santika malam itu menjadi simbol bahwa pengabdian tulus seorang anggota tidak akan pernah dilupakan, baik oleh institusi maupun masyarakat yang pernah merasakan manfaat dari dedikasinya.














