BISNIS

IPCC Catat Laba Rp190 Miliar di Kuartal III 2025, Bukti Fundamental Keuangan yang Solid

162
×

IPCC Catat Laba Rp190 Miliar di Kuartal III 2025, Bukti Fundamental Keuangan yang Solid

Sebarkan artikel ini
IPCC Catat Laba Rp190 Miliar pada Kuartal III 2025, Tumbuh Positif di Tengah Tantangan Pasar
IPCC Catat Laba Rp190 Miliar pada Kuartal III 2025, Tumbuh Positif di Tengah Tantangan Pasar

Media90 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berhasil menorehkan kinerja keuangan gemilang sepanjang kuartal III tahun 2025. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa terminal kendaraan ini mencatat laba bersih sebesar Rp190,30 miliar, tumbuh 28,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp148,02 miliar.

Dari sisi pendapatan, IPCC juga menunjukkan performa positif dengan membukukan Rp660,24 miliar, naik 12,7 persen year-on-year (yoy) dibandingkan Rp585,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Ads
close ads

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kontribusi dari sejumlah lini bisnis, antara lain:

  • Pelayanan jasa terminal sebesar Rp591,34 miliar

  • Pelayanan jasa barang sebesar Rp35,98 miliar

  • Pelayanan rupa-rupa usaha sebesar Rp32,37 miliar

  • Pengelolaan tanah, bangunan, air, dan listrik sebesar Rp547,86 juta

Direktur Keuangan IPCC Wing Megantoro mengatakan, kinerja IPCC hingga kuartal III 2025 mencerminkan kondisi keuangan yang sehat dan fundamental yang solid. Menariknya, IPCC juga dikenal sebagai perusahaan tanpa pinjaman alias debt free company.

“Faktor lain yang dilakukan IPCC adalah efisiensi penggunaan anggaran dengan fokus pada aspek operasional dan peningkatan pendapatan berbasis kepuasan pelanggan,” ujar Wing dalam keterangan resmi yang dikutip Media90.id, Kamis (23/10/2025).

Secara komposisi, 78 persen pendapatan IPCC berasal dari segmen internasional, sementara 22 persen dari segmen domestik. Berdasarkan jenis kargo, kontribusi terbesar masih didominasi kendaraan CBU (Completely Built-Up) sebesar 77 persen, diikuti alat berat 11 persen, truk atau bus 9 persen, suku cadang (general cargo) 2 persen, dan kargo lainnya 1 persen.

Meski beban pokok pendapatan naik menjadi Rp371,75 miliar dari sebelumnya Rp343,3 miliar, IPCC tetap mampu menjaga margin keuntungan yang sehat. Dari sisi aset, perusahaan mencatat total Rp1,93 triliun, naik 4,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp1,85 triliun). Sementara itu, liabilitas dan ekuitas masing-masing tercatat sebesar Rp586,72 miliar dan Rp1,34 triliun.

Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi menegaskan, pihaknya optimistis terhadap prospek bisnis di sisa tahun 2025. Ia menargetkan pertumbuhan lebih dari 20 persen dengan tetap menjaga tata kelola perusahaan yang baik.

“Kami akan terus mengedepankan pelayanan optimal, mengembangkan strategi bisnis berkelanjutan, dan berinovasi melalui smart solutions bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Sugeng.

Ke depan, IPCC juga tengah mempersiapkan langkah ekspansi bisnis untuk memperkuat konektivitas antar terminal serta menekan biaya logistik dengan sistem yang lebih efisien dan terintegrasi.

Menjelang akhir tahun 2025, Sugeng optimistis sektor kendaraan listrik akan menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis. Dengan meningkatnya arus kargo dari berbagai merek electric vehicle (EV) serta pengembangan industri otomotif hijau di Tanah Air, sektor ini diperkirakan mampu menyumbang lebih dari 70.000 unit kendaraan.

“Melalui konsep smart port, green growth, dan smart solutions, IPCC optimis akan terus memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem kendaraan nasional serta menutup tahun 2025 dengan kinerja yang cemerlang,” pungkas Sugeng.

Sagara dan Pendekatan Jangka Panjang dalam Membangun Kepercayaan di Timur Tengah
BISNIS

Media90 – Makna dari “Sagara’s Approach to Long-Term Trust in the Middle East” menjadi semakin relevan ketika para pemimpin bisnis berhenti memandang teknologi sebagai sekumpulan alat, dan mulai melihatnya sebagai sistem operasi bagi pertumbuhan. Di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas, berbagai organisasi digital berada di bawah tekanan besar untuk memodernisasi pengalaman pelanggan, mempercepat eksekusi bisnis, serta meningkatkan visibilitas manajerial tanpa menciptakan kerentanan baru dalam sistem mereka. Tekanan ini mengubah cara perusahaan menilai mitra teknologi. Vendor tidak lagi cukup hanya mampu menulis kode. Yang dibutuhkan adalah mitra yang mampu menerjemahkan arah strategis menjadi sistem yang tahan lama,…

Sagara Hadirkan Efisiensi IT Outsourcing dengan Penghematan Miliaran per Tahun
BISNIS

Media90 – Di era transformasi digital yang bergerak semakin cepat, perusahaan besar di Indonesia menghadapi tekanan ganda: tuntutan untuk terus berinovasi sekaligus menekan biaya operasional. Ironisnya, banyak organisasi sudah menggelontorkan miliaran rupiah untuk tim IT internal, vendor teknologi, hingga infrastruktur digital, namun hasil yang diperoleh masih belum sebanding dengan investasi yang dikeluarkan. Sistem berjalan lambat, proyek sering molor, dan anggaran IT terus meningkat setiap tahun tanpa peningkatan performa yang signifikan. Situasi ini membuat banyak perusahaan mulai mempertanyakan satu hal penting: bukan lagi “berapa besar anggaran IT kita”, tetapi “seberapa efisien anggaran itu digunakan”.Ads close ads Masalah Struktural yang Menghambat IT…

Mengapa Para Pemimpin GCC Melihat Sagara sebagai Mitra Strategis Jangka Panjang
BISNIS

Media90 – Di kawasan Teluk (GCC), teknologi tidak lagi dipandang sekadar kumpulan alat pendukung operasional. Bagi banyak organisasi digital di Arab Saudi dan negara sekitarnya, teknologi kini telah berubah menjadi semacam sistem operasi pertumbuhan yang menentukan kecepatan ekspansi, kualitas layanan pelanggan, hingga ketahanan bisnis dalam jangka panjang. Dalam konteks tersebut, ekspektasi terhadap mitra teknologi ikut berubah. Perusahaan tidak lagi mencari vendor yang hanya mampu menulis kode, tetapi partner yang dapat menerjemahkan visi strategis menjadi sistem yang stabil, terukur, dan berkelanjutan. Di titik inilah nama Sagara mulai menonjol sebagai kandidat kuat dalam kemitraan multi-tahun.Ads close ads Tekanan Transformasi Digital di Kawasan…

Maksimalkan Bisnis dengan Membeli Akun Media Sosial Terpercaya
BISNIS

Media90 – Membangun audiens dari nol menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku bisnis digital di tengah persaingan konten yang semakin ketat. Banyak brand membutuhkan waktu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan impresi dan engagement yang stabil. Karena itu, strategi alternatif seperti membeli akun media sosial mulai dilirik sebagai cara praktis untuk mempercepat pertumbuhan. Dengan membeli akun yang sudah memiliki pengikut, bisnis dapat melewati fase awal yang sulit dan langsung menjangkau pasar yang lebih luas.Ads close ads Pentingnya Memulai dengan Akun Berumur Akun yang sudah memiliki riwayat aktivitas dan basis pengikut yang jelas biasanya memberikan kredibilitas instan. Audiens cenderung lebih percaya pada…

Solusi Outsourcing AI untuk UMKM Indonesia: Fitur Cerdas & Biaya Terjangkau dari Sagara Technology
BISNIS

Media90 – Bagi banyak pelaku usaha di Indonesia, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) selama ini masih dianggap sebagai teknologi mahal yang hanya bisa diakses perusahaan besar dengan anggaran riset tinggi. Namun, pandangan tersebut mulai berubah pada 2026 seiring hadirnya layanan outsourcing AI UMKM Indonesia fitur pintar biaya terjangkau dari Sagara Technology. Sagara Technology melihat bahwa tulang punggung ekonomi nasional justru berada pada jutaan UMKM yang selama ini belum sepenuhnya menikmati manfaat transformasi digital. Melalui pendekatan baru ini, teknologi AI kini dapat diterapkan di berbagai sektor usaha kecil seperti warung kopi, toko retail, bisnis fashion, hingga layanan kesehatan lokal dengan…

Anthony Leong Resmi Ambil Formulir Caketum HIPMI, Soroti Peran Pengusaha Sesuai Konstitusi
BISNIS

Media90 – Anthony Leong resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 di Sekretariat BPP HIPMI. Langkah ini menjadi awal dari perjalanan menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Namun, momen tersebut bukan sekadar proses administratif. Anthony memanfaatkannya untuk menegaskan visi besarnya mengenai peran strategis HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.Ads close ads “HIPMI bukan sekadar organisasi, tapi harus menjadi bagian dari implementasi Pasal 33, di mana ekonomi dibangun sebagai usaha bersama untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya. Dorong Ekonomi Berbasis Kebersamaan Anthony menilai bahwa…

Fokus UMKM, Anthony Leong Perkuat Sinergi HIPMI dan Perbankan untuk Akses Kredit
BISNIS

Media90 – Bakal calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029, Anthony Leong, menegaskan komitmennya untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM di Indonesia. Salah satu langkah utama yang ia dorong adalah memperkuat kemitraan antara HIPMI dan sektor perbankan guna menciptakan ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif. Pernyataan tersebut disampaikan Anthony usai mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat BPP HIPMI. Ia menjelaskan bahwa visi kepemimpinannya akan berfokus pada tiga hal utama, yaitu kolaborasi, penguatan jaringan (networking), dan akses permodalan.Ads close ads “Fokus kita tiga saja: akses kolaborasi, networking, dan permodalan. Benang merahnya di situ,” ujar Anthony. Akses Kredit UMKM Jadi Prioritas Utama Anthony…