BISNIS

SpaceX Cetak Rekor IPO Terbesar Dunia, Raup Dana Rp1.343 Kuadriliun

Luluk RJMP
10
×

SpaceX Cetak Rekor IPO Terbesar Dunia, Raup Dana Rp1.343 Kuadriliun

Sebarkan artikel ini
Rekor Baru Pasar Modal SpaceX Kantongi Dana Rp1.343 Kuadriliun dari IPO Raksasa

Media90.id – SpaceX kembali mencetak sejarah baru di dunia bisnis dan teknologi global. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut berhasil menggelar penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) terbesar sepanjang sejarah dengan menghimpun dana mencapai 75 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.343 kuadriliun.

Pencapaian fantastis ini membuat SpaceX melampaui rekor sebelumnya yang dipegang perusahaan energi asal Arab Saudi, Saudi Aramco, yang berhasil mengumpulkan dana sekitar 25,6 miliar dolar AS saat melantai di bursa pada tahun 2019.

Ads
close ads

Dengan nilai penghimpunan dana hampir tiga kali lebih besar, IPO SpaceX langsung menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam dunia investasi, teknologi, dan pasar modal global.

Dalam penawaran saham perdananya, SpaceX menetapkan harga saham sebesar 135 dolar AS per lembar. Perusahaan melepas sekitar 555,5 juta saham kepada publik dan berhasil menarik minat investor dari berbagai belahan dunia.

Antusiasme pasar terhadap IPO ini sangat tinggi. Permintaan saham SpaceX bahkan dilaporkan mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan jumlah saham yang tersedia.

Besarnya minat investor mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis SpaceX yang selama ini dikenal sebagai pemimpin industri antariksa komersial dan inovator teknologi luar angkasa.

Keberhasilan SpaceX menorehkan rekor baru sekaligus menggeser posisi Saudi Aramco sebagai pemegang rekor IPO terbesar dunia.

Dana yang berhasil dihimpun SpaceX jauh melampaui capaian perusahaan-perusahaan besar yang pernah melantai di bursa sebelumnya. Kesuksesan ini juga menjadi bukti bahwa sektor teknologi antariksa kini semakin diminati investor global.

Tidak hanya menjadi tonggak penting bagi SpaceX, pencapaian tersebut juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap industri luar angkasa dan layanan internet satelit yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Saham SpaceX dijadwalkan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan kode saham SPCX.

Setelah resmi melantai di bursa, nilai perusahaan SpaceX diperkirakan mencapai sekitar 1,77 triliun dolar AS atau setara lebih dari Rp31 kuadriliun.

Valuasi tersebut langsung menempatkan SpaceX sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat dan dunia.

Dengan nilai kapitalisasi pasar yang fantastis, SpaceX diperkirakan akan bersanding dengan sejumlah raksasa teknologi global seperti Nvidia, Apple, Microsoft, Alphabet (Google), dan Amazon dalam daftar perusahaan publik terbesar berdasarkan nilai pasar.

Meski kini berstatus sebagai perusahaan publik, Elon Musk masih memegang kendali utama atas SpaceX.

Struktur kepemilikan saham yang diterapkan membuat Musk tetap menguasai mayoritas hak suara, sehingga mampu menentukan arah bisnis dan strategi perusahaan dalam jangka panjang.

Model kepemilikan seperti ini juga diterapkan oleh sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya guna memastikan visi pendiri tetap menjadi landasan utama pengembangan perusahaan meskipun sahamnya telah diperdagangkan secara publik.

Di balik kesuksesan SpaceX sebagai perusahaan roket, sumber pendapatan terbesar saat ini justru berasal dari layanan internet satelit Starlink.

Layanan tersebut telah digunakan jutaan pelanggan di berbagai negara dan menjadi salah satu bisnis dengan pertumbuhan tercepat di bawah naungan SpaceX.

Keberadaan Starlink memberikan sumber pendapatan yang lebih stabil dibandingkan bisnis peluncuran roket yang frekuensinya lebih terbatas.

Selain itu, SpaceX terus memperluas jangkauan layanan internet satelit ke berbagai wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan internet konvensional, sehingga membuka peluang pertumbuhan bisnis yang semakin besar.

Di tengah keberhasilan finansial yang diraih, SpaceX tetap berkomitmen menjalankan visi jangka panjang yang telah dibangun Elon Musk sejak perusahaan berdiri pada 2002.

Perusahaan saat ini masih fokus mengembangkan Starship, roket generasi terbaru yang diproyeksikan menjadi kendaraan utama untuk misi ke Bulan dan Mars pada masa mendatang.

Proyek ambisius tersebut menjadi bagian dari cita-cita besar Musk untuk menjadikan manusia sebagai spesies multiplanet dan membuka era baru eksplorasi luar angkasa.

Keberhasilan IPO SpaceX menjadi bukti bahwa sektor teknologi antariksa kini semakin menarik perhatian investor global.

Dengan dana segar lebih dari Rp1.343 kuadriliun, valuasi yang menembus Rp31 kuadriliun, serta dominasi Starlink di pasar internet satelit dunia, SpaceX semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh saat ini.

IPO ini juga menandai babak baru perjalanan SpaceX yang selama lebih dari dua dekade dikenal sebagai pelopor inovasi dalam industri luar angkasa. Dukungan pasar yang sangat besar diyakini akan mempercepat berbagai proyek strategis perusahaan, termasuk pengembangan teknologi antariksa generasi berikutnya dan misi eksplorasi ke Bulan maupun Mars.

Tinggalkan Balasan