Media90 – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi seorang selebgram di Medan membuat konten bertajuk challenge mematikan token listrik. Aksi tersebut langsung menuai kritik tajam dari warga karena dinilai meresahkan dan mengganggu kenyamanan.
Video itu pertama kali ramai setelah seorang warga membagikan pengalamannya di media sosial. Ia mengaku menjadi korban dari konten prank tersebut saat sedang beristirahat di rumah pada dini hari.
Dalam unggahannya, korban menjelaskan bahwa listrik di rumahnya tiba-tiba padam sekitar pukul 01.40 WIB. Awalnya, ia mengira terjadi gangguan listrik biasa. Namun, suasana berubah ketika ia mendengar suara seseorang berlari sambil tertawa di sekitar rumahnya.
Merasa curiga, korban langsung keluar untuk memeriksa kondisi sekitar. Namun, saat dicek, tidak ditemukan siapa pun di lokasi. Dari situ, ia mulai menduga rumahnya menjadi sasaran konten challenge yang tengah viral.
Diduga Konten Prank Selebgram
Setelah menelusuri media sosial, korban menemukan akun yang diduga merekam aksi tersebut. Ia pun mencoba menghubungi pemilik akun untuk meminta penjelasan atas tindakan yang dianggap sudah melewati batas.
Namun, respons yang diterima justru menambah kekecewaan. Dalam pengakuannya, selebgram tersebut disebut sempat menawarkan sejumlah uang sebagai bentuk penyelesaian agar masalah tidak diperpanjang.
Percakapan tersebut kemudian tersebar luas dan memicu reaksi keras dari netizen.
Netizen Kecam Konten Berlebihan
Konten challenge semacam ini kembali menjadi sorotan publik. Banyak warganet menilai aksi prank yang mengganggu ketenangan warga, terlebih dilakukan pada tengah malam, tidak layak dijadikan hiburan hanya demi popularitas di media sosial.
Sejumlah komentar juga menekankan pentingnya tanggung jawab kreator konten dalam membuat video, agar tidak merugikan orang lain.
Tak sedikit pula yang berharap kejadian serupa tidak terulang, karena berpotensi memicu konflik di lingkungan masyarakat.
Jadi Perbincangan Hangat
Hingga saat ini, video challenge mematikan token listrik tersebut masih ramai diperbincangkan dan menuai beragam reaksi dari pengguna media sosial. Kasus ini menjadi pengingat bahwa batas antara hiburan dan gangguan terhadap orang lain perlu diperhatikan secara serius, terutama di era konten digital yang serba cepat.














