Media90 – Jalur wisata menuju Gunung Bromo kembali menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan beruntun di kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026).
Insiden yang melibatkan sejumlah kendaraan itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat warga bersama pengendara lain berupaya memberikan pertolongan kepada korban di tengah kondisi jalan yang dipenuhi kendaraan berhenti.
Terjadi di Jalur Curam dan Berliku
Kecelakaan terjadi di jalur Sukapura–Bromo yang dikenal memiliki medan menurun, curam, dan dipenuhi tikungan tajam. Kondisi tersebut kerap menjadi tantangan bagi pengendara, terutama kendaraan besar.
Salah satu kendaraan yang terlibat adalah Toyota Hiace yang mengangkut rombongan wisatawan asal Singapura. Kendaraan tersebut diduga mengalami gangguan pengereman saat melintasi turunan di kawasan Ngadas.
Akibat hilang kendali, mobil tersebut menghantam tiga kendaraan dari arah berlawanan sebelum akhirnya menabrak tiang listrik di pinggir jalan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kapolsek Sukapura, Ardhy BK, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski sejumlah penumpang mengalami luka ringan dan trauma.
Sebanyak enam wisatawan asing dan tiga warga lokal dilaporkan mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Para korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Sukapura, untuk mendapatkan penanganan medis.
Evakuasi Sempat Picu Kemacetan
Proses evakuasi kendaraan sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur wisata Bromo mengalami kepadatan. Petugas kepolisian bersama warga setempat turut membantu mengamankan lokasi dan mengatur kendaraan yang melintas.
Hingga saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. Pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, termasuk sistem pengereman pada Toyota Hiace, masih terus dilakukan.
Pengendara Diimbau Lebih Waspada
Jalur wisata Gunung Bromo dikenal sebagai salah satu rute dengan tingkat risiko tinggi, terutama di area turunan panjang dan berliku.
Pengendara diimbau untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki kawasan pegunungan, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.














