INTERNASIONAL

Mirip Dunia Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman Bercahaya Tanpa Listrik

82
×

Mirip Dunia Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman Bercahaya Tanpa Listrik

Sebarkan artikel ini
Terinspirasi Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman yang Bisa Menyala Sendiri
Terinspirasi Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman yang Bisa Menyala Sendiri

Media90 – Pemandangan futuristik seperti di planet Pandora dalam film Avatar kini tak lagi sekadar imajinasi. Sekelompok ilmuwan di China berhasil menghadirkan inovasi bioteknologi berupa tanaman yang mampu memancarkan cahaya alami (bioluminescent) di kegelapan. Teknologi ini disebut-sebut sebagai tanaman bercahaya paling terang dan berwarna-warni yang pernah dikembangkan, dengan potensi besar mengubah sistem pencahayaan kota di masa depan.

Inovasi ini dikembangkan oleh Magicpen Bio, perusahaan bioteknologi yang dipimpin oleh Li Renhan, lulusan doktoral dari China Agricultural University. Melalui rekayasa genetika presisi tinggi, tim peneliti berhasil menyisipkan “instruksi cahaya” ke dalam sel tanaman, sehingga mampu bersinar tanpa bantuan listrik.

Ads
close ads

Rekayasa Gen: Gabungan Kunang-Kunang dan Jamur

Berbeda dari eksperimen sebelumnya yang menghasilkan cahaya redup, tim peneliti menggunakan teknik penyuntingan gen mutakhir dengan menggabungkan gen dari kunang-kunang dan jamur bercahaya (luminous fungi).

Hasilnya, lebih dari 20 jenis tanaman berhasil dimodifikasi, termasuk:

  • Anggrek
  • Bunga matahari
  • Krisan
  • Tanaman sukulen

Keberhasilan ini melampaui produk sebelumnya seperti “Firefly Petunia” yang sempat viral di Amerika Serikat pada 2024, yang hanya terbatas pada satu spesies. Kini, berbagai jenis tanaman dapat dibuat menyala, membuka peluang terciptanya taman bercahaya alami dengan ekosistem lengkap.

Solusi Pencahayaan Ramah Lingkungan

Selain memukau secara visual, teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan energi global. Tanaman bercahaya ini tidak membutuhkan listrik sama sekali—cukup air dan nutrisi seperti tanaman biasa.

Menurut Li Renhan, inovasi ini berpotensi:

  • Menghemat energi listrik
  • Mengurangi emisi karbon
  • Mendukung pencahayaan kota berkelanjutan

Bayangkan taman kota atau destinasi wisata yang diterangi cahaya alami dari tanaman, tanpa lampu listrik. Selain hemat energi, cahaya organik ini juga lebih nyaman bagi mata dibandingkan lampu LED yang tajam.

Pendekatan Alternatif: Nanopartikel Logam

Selain rekayasa genetika, peneliti dari South China Agricultural University juga mengembangkan metode berbeda dengan menyuntikkan nanopartikel logam seperti stronsium dan aluminium ke dalam daun.

Teknologi ini bekerja seperti “baterai alami”:

  • Menyerap energi matahari di siang hari
  • Mengeluarkan cahaya (afterglow) di malam hari

Menariknya, warna cahaya dapat diatur dengan komposisi logam, membuka peluang desain lanskap kota yang lebih dinamis dan artistik.

Potensi Besar di Medis dan Pertanian

Teknologi bioluminesensi ini tidak hanya terbatas pada estetika. Dalam dunia medis, teknik serupa digunakan untuk:

  • Melacak perkembangan penyakit
  • Mengamati pergerakan sel kanker
  • Mempercepat riset obat

Sementara di sektor pertanian, rekayasa gen membantu menciptakan tanaman yang lebih tahan terhadap hama dan perubahan lingkungan, sehingga memperkuat ketahanan pangan global.

Masa Depan Kota Tanpa Lampu?

Demonstrasi tanaman bercahaya dalam forum teknologi di China menunjukkan bahwa integrasi antara alam dan teknologi semakin nyata. Inovasi ini membuka kemungkinan baru—kota yang diterangi oleh tanaman hidup, bukan lagi lampu listrik.

Jika teknologi ini terus berkembang, bukan tidak mungkin konsep “kota bercahaya alami” akan menjadi standar baru di masa depan, mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan secara lebih harmonis dan berkelanjutan.

Heboh Hacker Kembar Diduga Hapus 96 Database Pemerintah AS Usai Dipecat dari Opexus
INTERNASIONAL

Media90 – Kasus pemecatan karyawan yang berujung pada sabotase siber berskala besar mengguncang industri teknologi dan keamanan federal Amerika Serikat. Dua saudara kembar, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter yang berusia 34 tahun didakwa setelah nekat menghapus sekitar 96 database berisi informasi sensitif milik pemerintah federal AS. Ads close ads Aksi destruktif tersebut dilakukan hanya beberapa menit setelah keduanya diberhentikan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena kedua pelaku bekerja di Opexus, perusahaan kontraktor teknologi yang melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS. Ironisnya, keduanya berhasil lolos proses rekrutmen dan dipercaya menangani data penting negara meskipun…

Heboh di India Kematian Twisha Sharma Picu Dugaan Mahar dan KDRT
INTERNASIONAL

Media90 – Nama Twisha Sharma mendadak menjadi perbincangan luas di India setelah kematiannya pada 12 Mei lalu. Perempuan berusia 33 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa di rumah keluarga suaminya di Bhopal. Ads close ads Kasus ini dengan cepat menyita perhatian media nasional karena muncul dugaan keterlibatan konflik mahar dan kekerasan rumah tangga. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian Twisha, termasuk kemungkinan pembunuhan maupun bunuh diri. Twisha diketahui menikah dengan Samarth Singh pada Desember 2025 setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan setahun sebelumnya. Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis. Namun menurut keluarga korban, masalah mulai muncul tidak lama…

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus. Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ads close ads…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…