INTERNASIONAL

Mirip Dunia Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman Bercahaya Tanpa Listrik

60
×

Mirip Dunia Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman Bercahaya Tanpa Listrik

Sebarkan artikel ini
Terinspirasi Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman yang Bisa Menyala Sendiri
Terinspirasi Avatar, Ilmuwan China Ciptakan Tanaman yang Bisa Menyala Sendiri

Media90 – Pemandangan futuristik seperti di planet Pandora dalam film Avatar kini tak lagi sekadar imajinasi. Sekelompok ilmuwan di China berhasil menghadirkan inovasi bioteknologi berupa tanaman yang mampu memancarkan cahaya alami (bioluminescent) di kegelapan. Teknologi ini disebut-sebut sebagai tanaman bercahaya paling terang dan berwarna-warni yang pernah dikembangkan, dengan potensi besar mengubah sistem pencahayaan kota di masa depan.

Inovasi ini dikembangkan oleh Magicpen Bio, perusahaan bioteknologi yang dipimpin oleh Li Renhan, lulusan doktoral dari China Agricultural University. Melalui rekayasa genetika presisi tinggi, tim peneliti berhasil menyisipkan “instruksi cahaya” ke dalam sel tanaman, sehingga mampu bersinar tanpa bantuan listrik.

Ads
close ads

Rekayasa Gen: Gabungan Kunang-Kunang dan Jamur

Berbeda dari eksperimen sebelumnya yang menghasilkan cahaya redup, tim peneliti menggunakan teknik penyuntingan gen mutakhir dengan menggabungkan gen dari kunang-kunang dan jamur bercahaya (luminous fungi).

Hasilnya, lebih dari 20 jenis tanaman berhasil dimodifikasi, termasuk:

  • Anggrek
  • Bunga matahari
  • Krisan
  • Tanaman sukulen

Keberhasilan ini melampaui produk sebelumnya seperti “Firefly Petunia” yang sempat viral di Amerika Serikat pada 2024, yang hanya terbatas pada satu spesies. Kini, berbagai jenis tanaman dapat dibuat menyala, membuka peluang terciptanya taman bercahaya alami dengan ekosistem lengkap.

Solusi Pencahayaan Ramah Lingkungan

Selain memukau secara visual, teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan energi global. Tanaman bercahaya ini tidak membutuhkan listrik sama sekali—cukup air dan nutrisi seperti tanaman biasa.

Menurut Li Renhan, inovasi ini berpotensi:

  • Menghemat energi listrik
  • Mengurangi emisi karbon
  • Mendukung pencahayaan kota berkelanjutan

Bayangkan taman kota atau destinasi wisata yang diterangi cahaya alami dari tanaman, tanpa lampu listrik. Selain hemat energi, cahaya organik ini juga lebih nyaman bagi mata dibandingkan lampu LED yang tajam.

Pendekatan Alternatif: Nanopartikel Logam

Selain rekayasa genetika, peneliti dari South China Agricultural University juga mengembangkan metode berbeda dengan menyuntikkan nanopartikel logam seperti stronsium dan aluminium ke dalam daun.

Teknologi ini bekerja seperti “baterai alami”:

  • Menyerap energi matahari di siang hari
  • Mengeluarkan cahaya (afterglow) di malam hari

Menariknya, warna cahaya dapat diatur dengan komposisi logam, membuka peluang desain lanskap kota yang lebih dinamis dan artistik.

Potensi Besar di Medis dan Pertanian

Teknologi bioluminesensi ini tidak hanya terbatas pada estetika. Dalam dunia medis, teknik serupa digunakan untuk:

  • Melacak perkembangan penyakit
  • Mengamati pergerakan sel kanker
  • Mempercepat riset obat

Sementara di sektor pertanian, rekayasa gen membantu menciptakan tanaman yang lebih tahan terhadap hama dan perubahan lingkungan, sehingga memperkuat ketahanan pangan global.

Masa Depan Kota Tanpa Lampu?

Demonstrasi tanaman bercahaya dalam forum teknologi di China menunjukkan bahwa integrasi antara alam dan teknologi semakin nyata. Inovasi ini membuka kemungkinan baru—kota yang diterangi oleh tanaman hidup, bukan lagi lampu listrik.

Jika teknologi ini terus berkembang, bukan tidak mungkin konsep “kota bercahaya alami” akan menjadi standar baru di masa depan, mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan secara lebih harmonis dan berkelanjutan.

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…

Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS
INTERNASIONAL

Media90 – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi geopolitik yang memang sudah memanas di kawasan tersebut. Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional. Ads close ads Peran AI dalam Analisis Target Militer Teknologi…

Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan kedua negara kini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke teknologi canggih dan kekuatan militer. Dalam konteks ini, Presiden Xi Jinping disebut mulai memperkuat strategi jangka panjang yang bertumpu pada kecerdasan buatan (AI) dan modernisasi militer sebagai kunci utama menghadapi rivalitas global dengan Washington. AI dan Teknologi Jadi Arah Strategis Masa Depan China saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem teknologi nasional yang lebih mandiri. Dalam rencana lima tahunannya, Beijing memprioritaskan sektor strategis seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan 6G sebagai fondasi…

Peluang Karier: Amerika Rekrut Gamer Jadi Petugas ATC, Gaji Tembus Rp2,6 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia gaming kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan atau hobi, tetapi mulai dipandang sebagai sumber keterampilan kognitif yang bernilai tinggi di dunia kerja profesional. Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana otoritas penerbangan mulai merekrut para gamer untuk mengisi posisi strategis sebagai Air Traffic Controller (ATC) atau petugas lalu lintas udara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga ahli di sektor penerbangan, sekaligus memanfaatkan kemampuan khas yang dimiliki para pemain gim, terutama dalam hal refleks cepat, pengambilan keputusan, dan pengelolaan informasi kompleks. Ads close ads Gamer Dinilai Punya Kecocokan dengan Dunia ATC Menurut evaluasi Federal…