IQRA

Mendalami Ayat Mutasyabihat: Menjaga dari Pengaruh Musyabbihah dan Mujassimah

727
×

Mendalami Ayat Mutasyabihat: Menjaga dari Pengaruh Musyabbihah dan Mujassimah

Sebarkan artikel ini
Mendalami Ayat Mutasyabihat Menjaga dari Pengaruh Musyabbihah dan Mujassimah
Mendalami Ayat Mutasyabihat Menjaga dari Pengaruh Musyabbihah dan Mujassimah

Media90 (media90.id) – Pernahkah Anda mendengar aliran musyabbihah dan mujassimah? Jika belum, penting bagi Anda untuk memahami kedua aliran ini.

Aliran musyabbihah meyakini bahwa Tuhan memiliki bentuk serupa dengan makhluk-Nya.

Ads
close ads

Mereka menganggap bahwa Allah memiliki jenis kelamin, kaki, rambut, dan tubuh yang sama persis dengan manusia.

Namun, pandangan semacam ini jelas tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Sementara itu, aliran mujassimah meyakini bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang menyerupai manusia.

Mereka berpendapat bahwa Allah duduk di atas singgasana langit, memiliki istana, kerajaan, dan rumah.

Dalam memahami agama, baik aliran musyabbihah maupun mujassimah cenderung menafsirkan ayat-ayat dan hadits berdasarkan nalar otak mereka sendiri.

Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan iman mereka. Serupa dengan pandangan-pandangan ini, kita juga dapat menemukannya dalam kehidupan agama Nasrani dan Yahudi.

Setiap agama memiliki cara beribadah yang berbeda-beda. Sebagai umat Islam, kita seharusnya memiliki standar sendiri dalam beragama, yang didasarkan pada tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Keberadaan aliran musyabbihah dan mujassimah didasarkan pada kecenderungan mereka terhadap ayat-ayat dan hadits mutasyabihat daripada ayat-ayat mukhathamat.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ayat mukhathamat dan ayat mutasyabihat? Mari kita pelajari lebih lanjut.

Ayat mukhathamat adalah ayat yang jelas dan tidak memerlukan tafsir yang mendalam. Anda dapat langsung mengaplikasikannya dalam kehidupan tanpa takut dianggap sesat atau hal lainnya.

Para ulama sepakat bahwa pengaplikasian ayat-ayat mukhathamat diperbolehkan dan halal.

Contohnya adalah kewajiban berpuasa dari terbit fajar hingga maghrib. Hukum ini sudah jelas dan seterang matahari di siang hari.

Sementara itu, ayat mutasyabihat adalah ayat yang memiliki majas atau perumpamaan.

Ayat dan hadits semacam ini tidak bisa ditafsirkan secara sembarangan karena memiliki makna yang di luar jangkauan akal manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah memperingatkan bahwa siapa pun yang menafsirkan dan menyebarkan penafsiran atas ayat mutasyabihat berdasarkan akal sendiri, pasti termasuk dalam kesesatan.

Dengan kata lain, tidak perlu mengikuti penafsiran semacam ini.

Jika Anda diberi pilihan antara menggunakan ayat mukhathamat atau ayat mutasyabihat, saran terbaik adalah memilih ayat mukhathamat. Ayat yang jelas tidak membawa risiko apapun.

Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan ayat mutasyabihat adalah kontroversi mengenai keberadaan Allah di langit.

Polemik ini telah lama dibahas oleh para ulama dan ahli tafsir. Namun, kesepakatan yang tercapai tidak dapat dijadikan pegangan, karena hanya Allah yang mengetahui.

Salah satu hadits yang sering muncul dalam pembahasan mengenai keberadaan Allah di langit adalah hadits berikut: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bertanya kepada seorang hamba perempuan, ‘Di mana Allah berada?’ Perempuan itu menjawab, ‘Di langit.’

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bertanya lagi, ‘Siapakah aku?’ Hamba perempuan itu menjawab, ‘Engkau adalah utusan Allah.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam kemudian berkata, ‘Bebaskanlah dia, dia adalah seorang yang beriman’.” (HR. Muslim)

Hadits di atas tidak bisa dijadikan patokan begitu saja. Hal ini melibatkan banyak hal, terutama dalam hal keimanan seseorang.

Untuk lebih memahami hadits ini, mari kita simak dua pendapat dari ulama berikut:

  1. Imam An-Nawawi cenderung mengutip pendapat Al-Qadhi ‘Iyadh yang didasarkan pada ayat dalam Al-Qur’an Surah Al-Mulk ayat 16, “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang berkuasa di langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersamamu?” Hal ini menunjukkan bahwa hadits tersebut tidak dapat diambil secara tekstual semata, tetapi perlu ditafsirkan terlebih dahulu.
  2. Sementara itu, Imam As-Suyuti meyakini bahwa makna hadits tersebut sepenuhnya tergantung pada Allah Subhanahu Wata’ala. Hal ini dikarenakan beliau ingin menjaga kesucian Allah Subhanahu Wata’ala dan tidak terjerumus dalam pembahasan lanjutan. Ini serupa dengan ketika kita melaksanakan shalat menghadap kiblat. Hal ini bukan berarti Allah berada di kiblat, tetapi karena telah ditetapkan demikian. Pertanyaan mengapa dan lainnya tidak bisa ditanyakan. Ini berkaitan dengan hal-hal yang diragukan.

Pengaruh keraguan dalam agama Islam sangatlah besar. Jika dibiarkan, ini dapat menjadi dosa besar yang mengantarkan penafsirnya menuju neraka.

Keraguan dapat meragukan kedudukan Allah Subhanahu Wata’ala dan pada akhirnya menggerus keimanan. Inilah langkah-langkah setan dalam mempengaruhi jiwa manusia.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari bahaya aliran musyabbihah dan mujassimah yang menyusup seperti jarum di antara benang-benang.

Mereka mencoba mempengaruhi sensor memori di otak kita. Begitu otak terpengaruh, seluruh tubuh akan terkena dampaknya. Na’udzubillah.

Oleh karena itu, lebih baik memilih ayat mukhathamat daripada mutasyabihat karena akan memudahkan kita dalam memahami Islam dengan baik.

Dalam menjalani kehidupan beragama, kita perlu mengandalkan ayat-ayat yang jelas dan terang, serta menghindari penafsiran yang dapat membawa kita pada kesesatan.

Memahami Islam dengan benar adalah langkah penting untuk mempertahankan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Teks Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Singkat, Padat, dan Bermakna – Njogo Kerukunan Umat Islam
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, para khatib dapat memanfaatkan contoh khutbah sebagai referensi dalam menyampaikan pesan pada hari kemenangan. Khutbah Idul Fitri tidak hanya mengajak jamaah untuk saling memaafkan, tetapi juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani bulan Ramadhan. Beragam tema dapat diangkat dalam khutbah, seperti menjaga silaturahmi, kembali kepada kesucian diri, mensyukuri nikmat Ramadhan, serta menjaga keimanan agar tetap kuat setelah bulan suci berakhir. Ads close ads Selain menyiapkan materi khutbah, khatib juga perlu memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan aspek teknis agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik…

Menjelang Idul Fitri 2026 Ini Bacaan Doa Akhir Ramadhan Beserta Latin
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, umat Muslim dianjurkan membaca doa akhir Ramadhan sebagai bentuk permohonan agar ibadah di bulan suci diterima oleh Allah SWT. Doa ini juga menjadi momen refleksi diri sekaligus persiapan menyambut hari kemenangan. Bacaan doa akhir Ramadhan yang lengkap dengan Latin memudahkan umat untuk membaca dan mengamalkannya di rumah maupun di masjid. Ads close ads Doa Akhir Ramadhan Bacaan doa akhir Ramadhan ini dikutip dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Jawa Tengah: Arab:اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيرا للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا…

Mandi Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri Begini Niat dan Caranya
IQRA

Media90 – Lebaran Idul Fitri 2026 Masehi / 1447 Hijriah sudah di depan mata. Meski begitu, umat Muslim masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk memastikan tanggal Hari Raya. Saat Idul Fitri, umat Muslim akan melaksanakan Sholat Ied, yang hukumnya sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sebelum sholat, terdapat sunnah mandi yang bertujuan untuk menyucikan badan dan membangun semangat ibadah di hari raya. Ads close ads Mandi sunnah Idul Fitri berbeda dengan mandi junub atau mandi wajib, karena fungsinya lebih kepada membersihkan diri dari kotoran dan…

Doa Saat Keluar Rumah: Bacaan Lengkap Salah Satu Doa Sehari-hari
IQRA

Media90 – Doa keluar rumah merupakan salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari oleh umat Islam. Doa ini termasuk amalan harian yang penting untuk dihafalkan dan diamalkan, terutama ketika hendak memulai aktivitas di luar rumah. Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa dan disandarkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Hal tersebut mencerminkan sikap tawakal dan keyakinan bahwa segala urusan berada dalam kuasa-Nya, termasuk ketika seorang muslim melangkah keluar rumah untuk bekerja, belajar, maupun keperluan lainnya. Lantas, apa doa keluar rumah, apa manfaatnya, serta bagaimana tata cara mengamalkannya? Ads close ads Ustaz Bitoh Purnomo, Lc., MA, dosen UIN Raden…

Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi, Ini Doa Saat Memasuki Masjid Nabawi
IQRA

Media90 – Masjid Nabawi di Kota Madinah merupakan salah satu tempat paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap jemaah yang berkesempatan menginjakkan kaki di masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW ini dianjurkan untuk membaca doa ketika memasukinya, sebagai bentuk adab, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT. Salah satu doa yang sering dibaca saat memasuki Masjid Nabawi diawali dengan lafaz Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi. Lantas, apa arti bacaan tersebut dan bagaimana maknanya dalam tradisi Islam? Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi Secara bahasa, Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi berarti “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” Bacaan ini…

Doa untuk Keluarga yang Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
IQRA

Media90 – Menjelang keberangkatan jemaah haji maupun umrah ke Tanah Suci, umat Islam tidak hanya dianjurkan memanjatkan doa keselamatan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah. Lebih dari itu, mendoakan keluarga yang ditinggalkan di rumah juga termasuk amalan yang disunnahkan, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, keselamatan dan penjagaan Allah menjadi hal utama, baik bagi jemaah yang bepergian maupun keluarga yang menunggu kepulangan. Oleh karena itu, tradisi saling mendoakan antara calon jemaah haji atau umrah dan keluarga yang ditinggalkan telah lama dianjurkan oleh para ulama. Doa untuk Keluarga yang Ditinggal Pergi Haji atau Umrah Salah satu doa…

Simak Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid atau Menstruasi, Lengkap dengan Tata Caranya
IQRA

Media90 – Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dalam Islam, kesucian menjadi salah satu syarat utama agar seorang muslim dapat menjalankan ibadah dengan sah. Karena itu, terdapat beberapa kondisi yang mewajibkan seseorang melakukan mandi wajib sebelum kembali beribadah, termasuk bagi perempuan yang telah selesai menjalani masa haid atau menstruasi. Mandi wajib merupakan proses pembersihan diri yang bersifat wajib bagi setiap muslim ketika berada dalam keadaan hadas besar. Tujuan utamanya adalah menyucikan tubuh secara lahir dan batin agar kembali diperbolehkan melaksanakan ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah keadaan yang mengharuskan mandi wajib,…