IQRA

Menguak Dampak Kesaksian Orang yang Masih Hidup terhadap Jenazah

703
×

Menguak Dampak Kesaksian Orang yang Masih Hidup terhadap Jenazah

Sebarkan artikel ini
Menguak Dampak Kesaksian Orang yang Masih Hidup terhadap Jenazah
Menguak Dampak Kesaksian Orang yang Masih Hidup terhadap Jenazah

Media90 (media90.id) – Mungkin Anda sudah terlalu sering mendengar pepatah, “Harimau mati meninggalkan belang, kambing mati meninggalkan tanduk, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan nama.”

Setiap makhluk hidup meninggalkan hal-hal penting yang menjadi identitasnya semasa hidup.

Ads
close ads

Dibandingkan dengan tubuh, nama manusia akan jauh lebih dikenang oleh orang-orang yang masih hidup.

Oleh karena itu, anjuran untuk melakukan perbaikan dan kebaikan selalu disuarakan dari mimbar ke mimbar, dari mulut ke mulut, dan dari sikap ke sikap.

Manusia memang tempatnya salah dan lupa, ketika tiada lagi yang mengingatkan, hanya bayang-bayang hitam maupun ajakan untuk berbuat buruklah yang selalu menyinggahi hatinya. Seruan kebaikan bisa diumpamakan sebagai nyala obor di tengah gulitnya malam.

Pada hari ini, apa saja yang Anda persiapkan untuk mati? Lebih perhatian mana, mempersiapkan diri untuk menjadi orang kaya, atau menjadi calon jenazah yang layak mendapatkan kehidupan terbaik di akhirat?

Biasanya orang akan memilih yang pertama, sebab wajah surga terlalu bias daripada koin di genggaman tangan.

Hal ini bukan mustahil. Dari hari ke hari kita bisa melihat orang-orang berlomba meninggikan gedung dan memperindah dinding bangunan agar mendapat pujian dari sesama.

Padahal pujian seperti itu tidak berharga dan tidak bisa menolongnya sedikit pun untuk kehidupannya kelak di akhirat. Kebanyakan acuh terhadap bangunan yang ada dalam jiwa mereka sendiri.

Kalau boleh kita jujur, biasanya penilaian seseorang terhadap sesama yang masih hidup tidak sepenuhnya benar.

Benar dalam arti apa yang diucapkan di lidah tidak sejalan dengan gerak hati.

Namun sebaliknya, misalnya, ketika Anda memuji seseorang yang sudah meninggal, biasanya potensi Anda berkata jujur lebih besar.

Hal ini tidak bisa dirumuskan atau direncanakan. Semua telah berjalan secara alami.

Namun, apakah Anda sudah tahu bahwa kesaksian orang yang masih hidup terhadap jenazah memiliki dampak yang besar?

Mungkin sebagian orang sudah tahu, tapi tidak menjamin sebagian lain mengetahui. Untuk lebih lengkapnya, silakan Anda menyimak hadits berikut ini.

Rasulullah SAW bersabda: “Tiadalah empat orang muslim yang bersaksi kalau seorang jenazah itu baik, maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”

Kami (sahabat) berkata: “Bagaimanakah seandainya hanya 3 orang saksi?” Nabi Saw menjawab: “Meskipun hanya tiga.” Kami (sahabat) kembali berkata: “Seandainya hanya dua?” Beliau menjawab kembali: “Walaupun hanya dua.” Kemudian kami tak lagi bertanya seandainya hanya satu saksi. (HR. Imam Bukhari).

Hadits di atas membuktikan betapa dahsyatnya dampak dari hasil pekerjaan manusia di bumi. Bukan hanya amalan yang bisa membuatnya bisa memasuki jannah-Nya.

Seluruh perbuatannya semasa hidup akan disaksikan oleh orang-orang di sekelilingnya.

Dan kesaksian mereka akan menentukan apakah jenazah tersebut layak menggapai surga atau justru tercebur ke dalam lautan api neraka.

Sekali lagi, ini tidak bisa dirumuskan maupun dibuat-buat. Semua telah berjalan secara alami, jika kesaksian orang terhadap manusia yang telah meninggal biasanya mengandung lebih banyak nilai kejujuran daripada hal-hal yang bersifat intimidasi, intervensi, maupun hal-hal yang bersifat menjatuhkan.

Mau menjatuhkan apa, sementara orang tersebut lebih dari jatuh, melainkan terkubur di dalam bumi?

Mungkin Anda akan bertanya satu hal terkait hadits di atas. Mengapa para sahabat tidak bertanya seandainya orang yang bersaksi hanya berjumlah satu?

Jawaban yang paling sederhana tentu saja karena manusia adalah makhluk sosial. Tidak mungkin ia hidup hanya ditemani oleh satu orang. Kalaupun ada, tentu kesaksiannya tidak bisa dijadikan pegangan.

Dalam pernikahan pun, saksi yang hadir minimal dua orang agar pernikahan bisa dianggap sah dalam agama.

Bahkan perihal menuntut ilmu, Anda pun tidak bisa langsung membuat fatwa begitu saja kalau hanya berguru pada satu ustadz.

Perlu lebih dari satu guru agar ilmu yang Anda dalami memiliki referensi yang terjamin dan bisa meyakinkan banyak orang. Begitu pun perihal kesaksian orang yang masih hidup terhadap jenazah.

Namun, ada hal yang patut Anda hindari ketika memberikan kesaksian terhadap jenazah. Semua yang Anda sampaikan sebaiknya murni berdasarkan nurani Anda.

Bukan dibuat-buat, sebab nanti jatuhnya pada kesaksian palsu. Dampak dari kesaksian palsu ini berat. Apakah ada hadits yang mendasarinya? Ada.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW pernah suatu kali ditanya perihal dosa-dosa besar.” Kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Mempersekutukan Allah Swt, membunuh jiwa, dan kesaksian palsu.”

Kesaksian palsu bahkan melebihi dosanya orang yang berzina. Na’udzubillah. Oleh karena itu, Anda harus hati-hati dalam memberikan kesaksian terhadap orang yang sudah tiada.

Sebab, hal itu bisa berdampak untuk Anda, maupun bagi ia yang telah tiada.

Tanamlah dan sebarlah benih-benih kebaikan sebanyak mungkin di hamparan bumi yang kering dan hitam ini, agar kita bisa menuai kebaikan pula setelah meninggalkan bumi yang semakin tua ini.

Teks Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Singkat, Padat, dan Bermakna – Njogo Kerukunan Umat Islam
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, para khatib dapat memanfaatkan contoh khutbah sebagai referensi dalam menyampaikan pesan pada hari kemenangan. Khutbah Idul Fitri tidak hanya mengajak jamaah untuk saling memaafkan, tetapi juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani bulan Ramadhan. Beragam tema dapat diangkat dalam khutbah, seperti menjaga silaturahmi, kembali kepada kesucian diri, mensyukuri nikmat Ramadhan, serta menjaga keimanan agar tetap kuat setelah bulan suci berakhir. Ads close ads Selain menyiapkan materi khutbah, khatib juga perlu memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan aspek teknis agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik…

Menjelang Idul Fitri 2026 Ini Bacaan Doa Akhir Ramadhan Beserta Latin
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, umat Muslim dianjurkan membaca doa akhir Ramadhan sebagai bentuk permohonan agar ibadah di bulan suci diterima oleh Allah SWT. Doa ini juga menjadi momen refleksi diri sekaligus persiapan menyambut hari kemenangan. Bacaan doa akhir Ramadhan yang lengkap dengan Latin memudahkan umat untuk membaca dan mengamalkannya di rumah maupun di masjid. Ads close ads Doa Akhir Ramadhan Bacaan doa akhir Ramadhan ini dikutip dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Jawa Tengah: Arab:اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيرا للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا…

Mandi Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri Begini Niat dan Caranya
IQRA

Media90 – Lebaran Idul Fitri 2026 Masehi / 1447 Hijriah sudah di depan mata. Meski begitu, umat Muslim masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk memastikan tanggal Hari Raya. Saat Idul Fitri, umat Muslim akan melaksanakan Sholat Ied, yang hukumnya sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sebelum sholat, terdapat sunnah mandi yang bertujuan untuk menyucikan badan dan membangun semangat ibadah di hari raya. Ads close ads Mandi sunnah Idul Fitri berbeda dengan mandi junub atau mandi wajib, karena fungsinya lebih kepada membersihkan diri dari kotoran dan…

Doa Saat Keluar Rumah: Bacaan Lengkap Salah Satu Doa Sehari-hari
IQRA

Media90 – Doa keluar rumah merupakan salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari oleh umat Islam. Doa ini termasuk amalan harian yang penting untuk dihafalkan dan diamalkan, terutama ketika hendak memulai aktivitas di luar rumah. Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa dan disandarkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Hal tersebut mencerminkan sikap tawakal dan keyakinan bahwa segala urusan berada dalam kuasa-Nya, termasuk ketika seorang muslim melangkah keluar rumah untuk bekerja, belajar, maupun keperluan lainnya. Lantas, apa doa keluar rumah, apa manfaatnya, serta bagaimana tata cara mengamalkannya? Ads close ads Ustaz Bitoh Purnomo, Lc., MA, dosen UIN Raden…

Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi, Ini Doa Saat Memasuki Masjid Nabawi
IQRA

Media90 – Masjid Nabawi di Kota Madinah merupakan salah satu tempat paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap jemaah yang berkesempatan menginjakkan kaki di masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW ini dianjurkan untuk membaca doa ketika memasukinya, sebagai bentuk adab, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT. Salah satu doa yang sering dibaca saat memasuki Masjid Nabawi diawali dengan lafaz Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi. Lantas, apa arti bacaan tersebut dan bagaimana maknanya dalam tradisi Islam? Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi Secara bahasa, Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi berarti “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” Bacaan ini…

Doa untuk Keluarga yang Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
IQRA

Media90 – Menjelang keberangkatan jemaah haji maupun umrah ke Tanah Suci, umat Islam tidak hanya dianjurkan memanjatkan doa keselamatan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah. Lebih dari itu, mendoakan keluarga yang ditinggalkan di rumah juga termasuk amalan yang disunnahkan, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, keselamatan dan penjagaan Allah menjadi hal utama, baik bagi jemaah yang bepergian maupun keluarga yang menunggu kepulangan. Oleh karena itu, tradisi saling mendoakan antara calon jemaah haji atau umrah dan keluarga yang ditinggalkan telah lama dianjurkan oleh para ulama. Doa untuk Keluarga yang Ditinggal Pergi Haji atau Umrah Salah satu doa…

Simak Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid atau Menstruasi, Lengkap dengan Tata Caranya
IQRA

Media90 – Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dalam Islam, kesucian menjadi salah satu syarat utama agar seorang muslim dapat menjalankan ibadah dengan sah. Karena itu, terdapat beberapa kondisi yang mewajibkan seseorang melakukan mandi wajib sebelum kembali beribadah, termasuk bagi perempuan yang telah selesai menjalani masa haid atau menstruasi. Mandi wajib merupakan proses pembersihan diri yang bersifat wajib bagi setiap muslim ketika berada dalam keadaan hadas besar. Tujuan utamanya adalah menyucikan tubuh secara lahir dan batin agar kembali diperbolehkan melaksanakan ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah keadaan yang mengharuskan mandi wajib,…