Media90 – Perkembangan terbaru aktivitas Gunung Semeru menunjukkan kondisi yang tetap perlu diwaspadai. Secara visual, gunung terlihat jelas hingga sesekali tertutup kabut tebal.
Meski tidak teramati adanya asap dari kawah, kondisi ini bukan berarti aktivitas mereda. Data kegempaan justru menunjukkan aktivitas internal gunung masih berlangsung cukup intens.
Cuaca di sekitar gunung didominasi kondisi berawan hingga mendung dengan angin lemah bergerak ke arah tenggara. Suhu udara tercatat sekitar 21°C.
Data Kegempaan: Puluhan Getaran Vulkanik Terdeteksi
Pemantauan seismik mencatat sejumlah aktivitas gempa yang menunjukkan dinamika magma masih aktif di dalam gunung. Rinciannya sebagai berikut:
- 17 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 90–156 detik
- 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–8 mm dan durasi 66–110 detik
- 1 kali gempa harmonik dengan durasi panjang mencapai 467 detik
- 1 kali gempa tektonik jauh dengan durasi 77 detik
Aktivitas ini menjadi sinyal bahwa potensi erupsi atau guguran masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Zona Merah Semeru: Area yang Dilarang Dimasuki
Masyarakat diminta untuk mematuhi larangan aktivitas di sejumlah wilayah berisiko tinggi di sekitar Gunung Semeru.
Sektor Tenggara (Besuk Kobokan):
- Dilarang beraktivitas hingga radius 13 km dari puncak
- Area sempadan sungai dalam jarak 500 meter juga harus dikosongkan
- Potensi bahaya bisa meluas hingga 17 km akibat awan panas dan lahar
Radius Kawah:
- Aktivitas dalam radius 5 km dari puncak sangat berbahaya
- Risiko utama berupa lontaran batu pijar saat terjadi letusan
Potensi Ancaman yang Harus Diwaspadai
Walaupun asap kawah tidak terlihat, beberapa potensi bahaya tetap mengintai, di antaranya:
- Awan panas guguran
- Aliran lava
- Lahar hujan saat curah hujan meningkat
Wilayah aliran sungai yang berhulu dari puncak menjadi titik paling rawan, seperti: Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sungai kecil yang terhubung dengan Besuk Kobokan juga berpotensi terdampak.
Imbauan Penting untuk Keselamatan
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati zona berbahaya. Selalu pantau informasi resmi dari otoritas terkait dan segera evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas signifikan.
Demikian informasi hari ini, aktivitas Gunung Semeru masih tinggi dengan 17 kali gempa erupsi. Waspada zona bahaya Besuk Kobokan dan radius 5 km dari puncak.














