Media90.id – Kasus penemuan jasad Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, di dalam mobil yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, memasuki babak baru. Kepolisian memastikan korban diduga menjadi korban pembunuhan dan telah mengantongi identitas pelaku.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo kini tengah memburu seorang pria berinisial Erlan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Selain diduga sebagai pelaku pembunuhan, Erlan disebut memiliki rekam jejak sebagai bagian dari sindikat penipuan yang menyasar perempuan mapan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya sudah diketahui.
“Jadi, latar belakangnya (E) ini memang orang ini tukang tipu-tipu,” kata Jumhur, dikutip Media90.id, Selasa (7/7/2026).
Menurut Jumhur, pelaku memiliki modus mendekati korban melalui pertemuan langsung atau kopi darat. Sasaran utamanya adalah perempuan yang telah memiliki kondisi ekonomi mapan.
“Perkenalannya lewat kopi darat. Lewat pertemuan langsung. Korbannya, khususnya perempuan-perempuan yang sudah mapan,” ujarnya.
Salah satu korban yang diduga menjadi sasaran pelaku adalah Ruly Yunis Setiawati, Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, yang kemudian ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pembunuhan sekaligus menangkap pelaku. Tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Polresta Sidoarjo telah diterjunkan ke sejumlah lokasi guna mempercepat proses pengejaran.
Sebelumnya, jasad Ruly Yunis Setiawati ditemukan di dalam sebuah mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026).
Saat proses evakuasi, petugas menemukan adanya darah yang mengalir di sekitar kendaraan tersebut. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik. Kepolisian berupaya mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan pembunuhan terhadap pejabat Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut.














