Media90.id – Gunung Awu yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menunjukkan kondisi visual yang relatif stabil berdasarkan hasil pengamatan terbaru. Selama periode observasi, gunung api tersebut terlihat jelas, meski sesekali tertutup kabut tipis dengan tingkat visibilitas berkisar Kabut 0 hingga II.
Kondisi Visual dan Cuaca Relatif Kondusif
Dari pengamatan petugas, tidak ditemukan adanya aktivitas asap kawah yang keluar dari puncak Gunung Awu. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas permukaan gunung saat ini berada dalam keadaan tenang.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung didominasi langit cerah hingga berawan dengan hembusan angin lemah yang bergerak ke arah utara. Situasi meteorologi tersebut tergolong cukup baik untuk mendukung aktivitas pemantauan visual maupun instrumental.
Adapun suhu udara tercatat berada pada kisaran 21 hingga 24 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban antara 76 hingga 88 persen.
Pemantauan Kegempaan: 12 Gempa Tektonik Jauh
Meski secara visual terlihat tenang, instrumen pemantauan mencatat adanya aktivitas kegempaan berupa 12 kali gempa tektonik jauh. Gempa-gempa tersebut memiliki karakteristik amplitudo antara 3 hingga 22 milimeter, dengan selisih waktu gelombang S–P berkisar 18 hingga 24 detik, serta durasi gempa antara 51 hingga 130 detik.
Gempa tektonik jauh sendiri umumnya berkaitan dengan aktivitas pergerakan lempeng bumi yang sumbernya berada cukup jauh dari area gunung api. Namun demikian, seluruh aktivitas seismik tetap menjadi bagian penting dalam analisis dan evaluasi kondisi vulkanik Gunung Awu.
Rekomendasi PVMBG: Tetap Waspada
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
Dalam keterangannya, PVMBG menegaskan:
“Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak G. Awu.”
Selain itu, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Awu diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi hanya merujuk pada rilis lembaga berwenang seperti PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pemantauan Berkala melalui MAGMA Indonesia
Perkembangan aktivitas Gunung Awu dapat terus dipantau melalui platform resmi MAGMA Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sistem ini menjadi rujukan utama bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam memantau perubahan aktivitas gunung api di Indonesia.
Hingga laporan terakhir diterbitkan, tidak terdapat indikasi aktivitas vulkanik signifikan di permukaan Gunung Awu. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti seluruh rekomendasi resmi demi keselamatan bersama.














