NASIONAL

Relawan Sragen Berjibaku 2 Jam Siapkan Pemakaman Wanita Berbobot 300 Kg

Novta Tria
4
×

Relawan Sragen Berjibaku 2 Jam Siapkan Pemakaman Wanita Berbobot 300 Kg

Sebarkan artikel ini
Relawan Sragen Berjibaku 2 Jam Siapkan Pemakaman Wanita Berbobot 300 Kg

Media90.id – Proses pemakaman seorang wanita berinisial I (39) asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan berat badan mencapai sekitar 300 kilogram membutuhkan persiapan khusus. Tim relawan harus berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk menyiapkan berbagai perlengkapan hingga proses pemakaman berjalan lancar.

Dilansir Media90.id, Kamis (6/8/2026), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Triyono Putro, mengatakan pihaknya menerima permintaan bantuan dari masyarakat untuk membantu proses pemakaman I.

Ads
close ads

Karena kondisi jenazah yang membutuhkan penanganan khusus, tim menggunakan teknik vertical rescue dalam proses pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbah Balak, Desa Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

“Persiapannya sekitar 2 jam untuk pelaksanaan setting-nya, pelaksanaan penggalian kuburnya, dan semuanya sudah siap. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” ujar Triyono saat ditemui di lokasi pemakaman.

Triyono menjelaskan, proses pemakaman melibatkan tim gabungan dengan jumlah personel lebih dari 35 orang. Mereka terdiri dari relawan, Sukapura Sragen, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), serta masyarakat sekitar.

“Tim gabungan kami sekitar lebih dari 35-an personel. Mereka terdiri dari relawan, Sukapura Sragen, Damkar, PMI membantu masyarakat menggunakan teknik vertical rescue. Bersama teman-teman, alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jenazah I dimakamkan menggunakan peti tanpa penutup. Peti tersebut kemudian diturunkan ke liang lahat dengan bantuan peralatan dan teknik khusus yang telah disiapkan oleh tim.

Sementara itu, suami almarhumah, Enggar, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan istrinya menurun sebelum meninggal dunia. Menurutnya, I mengalami sesak napas selama tiga hari sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

“Puncaknya Senin (3/8), kami langsung membawa ke rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” kata Enggar.

Proses pemakaman tersebut menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong berbagai pihak dalam membantu keluarga yang tengah berduka. Berkat kerja sama tim relawan, petugas, dan masyarakat, prosesi pemakaman I dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *