Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali terjadi pada Rabu pagi, 20 Mei 2026.
Erupsi tercatat berlangsung sekitar pukul 05.08 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai kurang lebih 600 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan hasil pengamatan visual, abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Sebaran abu terpantau bergerak ke arah barat mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung.
Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan durasi gempa selama 124 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi Gunung Semeru, khususnya di sektor tenggara.
Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi karena kawasan tersebut dinilai rawan terdampak awan panas guguran dan aliran material vulkanik.
Bahkan di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Area tersebut berpotensi terkena perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai sejauh 17 kilometer dari puncak gunung.
PVMBG juga menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Zona tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi terjadi lontaran material pijar saat erupsi berlangsung.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru diminta mewaspadai kemungkinan awan panas, guguran lava, dan banjir lahar, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Potensi banjir lahar juga dapat meningkat pada sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan, khususnya saat terjadi hujan di kawasan puncak gunung.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan pihak berwenang setempat guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi.
Gunung Semeru sendiri merupakan gunung api aktif tertinggi di Pulau Jawa dengan aktivitas erupsi yang cukup intens dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana vulkanik di wilayah sekitar gunung.














