Media90 – Peristiwa kebakaran besar terjadi di pabrik milik PT SAS Kreasindo Utama yang berlokasi di jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Maribaya. Insiden tersebut terjadi pada Minggu malam, 26 April 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.
Kobaran api dilaporkan dengan cepat membesar dan melahap bagian gudang produksi pabrik. Api yang terus membesar membuat situasi sempat panik, terutama karena area yang terbakar merupakan fasilitas penyimpanan dan produksi utama.
Beruntung, saat kejadian berlangsung, aktivitas di pabrik sedang tidak berjalan karena bertepatan dengan hari libur. Hal ini membuat tidak ada karyawan yang berada di dalam bangunan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi awal mengenai kebakaran ini pertama kali tersebar melalui media sosial. Salah satunya berasal dari unggahan akun Facebook bernama Yanza yang membagikan video kondisi kebakaran di lokasi kejadian.
“Kebakaran PT SAS Kabupaten Tegal, semoga tidak ada korban jiwa. Amiinn,” tulis unggahan tersebut.
Kabar serupa juga cepat menyebar melalui grup percakapan WhatsApp warga, yang menyebutkan adanya insiden kebakaran di kawasan Pantura Maribaya.
Untuk mengendalikan kobaran api, petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya enam unit mobil damkar dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tegal, Kota Tegal, hingga Kabupaten Pemalang. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif mengingat banyaknya material mudah terbakar serta peralatan mesin yang berada di dalam gudang produksi.
Setelah beberapa jam berjibaku dengan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi agar tidak merambat ke area lain di sekitar pabrik.
Akibat kejadian ini, kerugian sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah, mengingat sebagian besar area yang terbakar merupakan fasilitas produksi dengan nilai aset yang tinggi.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api serta kemungkinan adanya faktor kelalaian maupun gangguan teknis.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku industri untuk meningkatkan standar keamanan, termasuk pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta kesiapsiagaan alat pemadam kebakaran, terutama saat area produksi dalam kondisi tidak beroperasi.














