NASIONAL

Viral Jamaah Haji Indonesia Diduga Terjebak Modus Sampel Gratis di Makkah, Berujung Diminta Bayar

Avatar
6
×

Viral Jamaah Haji Indonesia Diduga Terjebak Modus Sampel Gratis di Makkah, Berujung Diminta Bayar

Sebarkan artikel ini
Viral Jamaah Haji Indonesia Diduga Terjebak Modus Sampel Gratis di Makkah Berujung Diminta Bayar

Media90 – Sebuah pengalaman kurang menyenangkan yang dialami jamaah haji asal Indonesia di Makkah menjadi viral di media sosial. Kisah ini memicu perhatian luas setelah muncul dugaan praktik tidak jujur di sebuah toko oleh-oleh yang mengatasnamakan “Sulawesi”.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi jamaah agar lebih waspada saat berbelanja di luar negeri, terutama di kawasan ramai seperti pusat oleh-oleh haji dan umrah.

Ads
close ads

Kronologi Kejadian: Dari Sampel Gratis hingga Diminta Bayar

Dalam video dan cerita yang beredar, jamaah awalnya ditawari cokelat secara cuma-cuma oleh pegawai toko. Praktik ini memang umum digunakan sebagai strategi pemasaran untuk menarik minat pembeli.

Namun, situasi mulai berubah ketika jamaah memutuskan untuk membeli produk tersebut. Saat proses penimbangan, muncul dugaan adanya kejanggalan pada berat cokelat yang dihitung.

Jamaah merasa berat cokelat yang ditimbang tidak sesuai, terutama setelah sebelumnya mencicipi sampel yang diberikan secara gratis. Ketika hal ini dipertanyakan, pemilik toko justru memberikan penjelasan bahwa berat berkurang karena sebagian cokelat sudah dimakan saat proses mencicipi.

Situasi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan karena sampel awalnya diberikan tanpa syarat, namun kemudian seolah diperhitungkan dalam transaksi.

Pembelian Dibatalkan, Tapi Tetap Diminta Bayar

Merasa dirugikan, jamaah akhirnya memilih untuk membatalkan pembelian. Namun persoalan tidak berhenti di situ.

Pemilik toko tetap meminta pembayaran sebesar 5 riyal untuk dua potong cokelat yang sebelumnya diberikan sebagai sampel gratis. Padahal, menurut informasi yang disampaikan, harga satu kilogram cokelat di toko tersebut sekitar 45 riyal dengan jumlah isi puluhan butir.

Untuk menghindari konflik yang lebih panjang, jamaah akhirnya memilih membayar dan meninggalkan lokasi.

Kisah ini langsung menyebar luas dan memicu berbagai tanggapan dari netizen. Banyak yang menilai praktik tersebut sebagai modus yang merugikan pembeli, khususnya jamaah yang mungkin tidak familiar dengan sistem transaksi di luar negeri.

Sebagian netizen juga membagikan pengalaman serupa dan mengingatkan agar lebih berhati-hati terhadap tawaran produk gratis, terutama di tempat-tempat wisata atau pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung.

Tinggalkan Balasan