NASIONAL

Viral Keributan di Puncak Gunung Lawu, Rebutan Spot Foto Berujung Desak-desakan

Avatar
8
×

Viral Keributan di Puncak Gunung Lawu, Rebutan Spot Foto Berujung Desak-desakan

Sebarkan artikel ini
Viral Keributan Pendaki di Puncak Gunung Lawu Rebutan Spot Foto Picu Kericuhan

Media90 – Insiden tak terduga terjadi di puncak Gunung Lawu dan langsung menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Hargo Dumilah, titik tertinggi Gunung Lawu yang berada di Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (26/4/2026).

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat suasana puncak gunung yang tidak seperti biasanya. Alih-alih menikmati panorama alam, sejumlah pendaki justru terlibat keributan di tengah keramaian area puncak.

Ads
close ads

Aksi saling dorong hingga desak-desakan tak terhindarkan dalam insiden tersebut. Bahkan dalam salah satu potongan video, tampak seorang pendaki terjatuh dan terinjak di tengah situasi yang mulai tidak terkendali.

Keributan itu diduga dipicu hal yang terkesan sepele, yakni antrean untuk berfoto di spot ikonik plakat Puncak Lawu. Kondisi puncak yang sedang padat membuat antrean tidak tertib, hingga memicu emosi di antara sejumlah pendaki.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa rombongan yang terlibat berasal dari dua open trip berbeda, yakni dari Bandung dan Bogor. Ketegangan meningkat ketika masing-masing pihak tidak sabar menunggu giliran untuk mengabadikan momen di lokasi favorit tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, membenarkan adanya insiden keributan di area puncak Gunung Lawu. Ia menyebut peristiwa terjadi pada siang hari saat jumlah pendaki sedang membludak.

Beruntung, situasi tidak berlangsung lama. Pendaki lain bersama relawan dan pengelola jalur pendakian segera turun tangan untuk meredam ketegangan di lokasi.

Upaya mediasi kemudian dilakukan di tempat kejadian hingga kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan saling mengakui kesalahan.

Peristiwa ini pun menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar menyayangkan tindakan para pendaki yang dinilai kurang menjaga etika dan ketertiban di ruang alam terbuka.

Tidak sedikit pula yang mengingatkan bahwa keselamatan, kesabaran, dan rasa saling menghormati seharusnya menjadi prioritas utama dalam kegiatan pendakian gunung.

Pihak pengelola kembali mengimbau para pendaki agar lebih tertib dan sabar, terutama di titik-titik yang rawan kepadatan seperti area puncak.

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar aktivitas pendakian di alam bebas tetap dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran bersama.

Tinggalkan Balasan