Media90 – Media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya video lowongan kerja yang mengatasnamakan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warganet, terutama para pencari kerja.
Video itu diunggah oleh akun TikTok bernama “infolpskindonesia” pada 13 Februari 2026. Dalam unggahannya, disebutkan adanya kesempatan bergabung dengan LPSK, lengkap dengan sejumlah persyaratan umum seperti pendidikan minimal D3/S1 serta komitmen tinggi dalam bekerja.
Namun, benarkah lowongan tersebut resmi?
Tidak Ditemukan di Kanal Resmi
Setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi lowongan kerja tersebut tidak ditemukan di kanal resmi milik Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Padahal, setiap proses rekrutmen resmi biasanya hanya diumumkan melalui situs resmi mereka di lpsk.go.id serta akun media sosial resmi lembaga tersebut.
Ketiadaan informasi ini menjadi indikasi awal bahwa lowongan kerja yang beredar patut dicurigai sebagai informasi tidak valid.
Terindikasi Konten Rekayasa AI
Lebih lanjut, unggahan dari akun tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks. Berdasarkan analisis menggunakan Hive Moderation, video tersebut memiliki probabilitas hingga 99,8% sebagai konten hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Artinya, besar kemungkinan video tersebut bukan berasal dari sumber resmi, melainkan dibuat untuk menyesatkan publik.
Modus Penipuan Lowongan Kerja Online
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan berkedok lowongan kerja di media sosial, khususnya di platform seperti TikTok.
Biasanya, modus seperti ini digunakan untuk:
- Mengumpulkan data pribadi korban
- Mengarahkan korban ke situs palsu
- Meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi
Karena itu, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Imbauan untuk Masyarakat
Agar terhindar dari penipuan digital, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Selalu cek informasi melalui situs dan akun resmi lembaga terkait
- Hindari mengklik tautan mencurigakan
- Jangan memberikan data pribadi sembarangan
- Waspada jika diminta membayar biaya tertentu dalam proses rekrutmen
Selalu pastikan kebenaran informasi sebelum melamar pekerjaan. Jangan sampai tergiur lowongan palsu yang justru dapat merugikan Anda secara finansial maupun data pribadi.














