Media90 – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan temuan belatung dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah di Pekalongan.
Video berdurasi sekitar 32 detik itu memperlihatkan suasana kelas yang mendadak ramai setelah para siswa menemukan sesuatu yang mencurigakan di dalam makanan yang baru dibagikan.
Rekaman tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan publik.
Siswa Temukan Belatung pada Lauk Ayam
Dalam video viral itu, terlihat sejumlah siswa berseragam putih abu-abu memeriksa wadah makan atau ompreng yang mereka terima.
Mereka tampak menunjukkan adanya belatung pada bagian lauk ayam dalam menu MBG tersebut.
Awalnya hanya satu siswa yang menyadari adanya benda mencurigakan di makanannya. Namun setelah diperiksa bersama, beberapa siswa lain ternyata juga menemukan hal serupa pada porsi yang mereka terima.
Temuan tersebut langsung memicu kepanikan dan kekhawatiran di lingkungan sekolah terkait kebersihan serta kualitas makanan yang disediakan dalam program MBG.
Terjadi di SMK Baitussalam Pekalongan
Insiden tersebut diketahui terjadi pada Senin, 4 Mei 2026 di SMK Baitussalam.
Sekolah tersebut berada dalam cakupan distribusi dapur umum SPPG Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.
Setelah video dan laporan siswa mulai menyebar luas di media sosial, pihak terkait disebut langsung melakukan penanganan.
SPPG Lakukan Evaluasi
Koordinator Wilayah SPPG Kota Pekalongan, R. Atmajaya, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan koordinasi internal setelah menerima laporan dari pihak sekolah.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh kini dilakukan untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada distribusi makanan berikutnya.
Pihak penyedia makanan juga disebut telah meminta maaf kepada sekolah serta mengganti seluruh menu yang terdampak pada hari yang sama.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya belatung dalam makanan MBG tersebut masih belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan penelusuran terhadap proses penyimpanan, distribusi, hingga pengolahan bahan makanan.
Meski demikian, pihak SPPG memastikan kejadian itu hanya ditemukan di satu sekolah dan tidak terjadi di lokasi lain yang berada dalam jaringan distribusi mereka.














