Media90 – Calon mobil baru GAC berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) dikabarkan segera memasuki tahap uji coba produksi (trial production). Tahap ini menjadi sinyal kuat bahwa kendaraan tersebut sudah mendekati fase peluncuran dan siap dipasarkan ke konsumen Indonesia.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen GAC Indonesia dalam memperluas lini produknya di Tanah Air, setelah sebelumnya memastikan akan menghadirkan beberapa model baru dari segmen SUV hingga MPV.
MPV 7-Seater PHEV Jadi Awal Ekspansi GAC
Sebagai langkah awal, GAC Indonesia memperkenalkan MPV 7-seater dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Model ini menjadi salah satu produk strategis yang disiapkan untuk pasar Indonesia.
“Tahun ini kami akan memasukkan beberapa tipe kendaraan, dan tahun depan akan lebih banyak lagi. Satu per satu akan kami perkenalkan. Dimulai dari PHEV, MPV 7-seater,” ungkap Andry Ciu, CEO GAC Indonesia di Jakarta.
Meski sudah memberikan gambaran awal, GAC masih merahasiakan detail model yang akan diluncurkan ke publik secara resmi.
Uji Coba Produksi Dimulai Sebelum GIIAS 2026
GAC Indonesia berencana memulai trial production pada bulan Juni 2026. Tahap ini dilakukan sebagai persiapan sebelum peluncuran resmi yang disinyalir akan berlangsung di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
“Soalnya akhir Juli sudah ada GIIAS 2026. Jadi, Juni ada produk yang kami uji coba produksi. Biasanya trial production itu di Juni, dan mass production di Juli atau Agustus,” jelas Andry.
Dengan jadwal tersebut, MPV ini dipastikan sudah memasuki tahap akhir sebelum dipasarkan secara massal di Indonesia.
Dirakit Lokal di Fasilitas PT National Assemblers
Sama seperti model GAC lainnya, MPV 7-seater ini nantinya juga akan diproduksi secara lokal di Indonesia melalui fasilitas milik PT National Assemblers (NA), anak perusahaan Indomobil Group.
Menariknya, produksi tidak dilakukan di satu lokasi saja. NA memiliki beberapa pabrik dengan fungsi berbeda sesuai jenis kendaraan.
“NA itu lokasinya ada empat, berbeda-beda. Aion di Plant 2, dan kami juga punya Plant 3 untuk brand lain,” ujar Andry.
Ia juga menegaskan bahwa setiap fasilitas akan difokuskan pada jenis kendaraan tertentu, baik listrik maupun non-listrik.
Fokus Produksi EV dan Non-EV Dipisahkan
Menurut Andry, fasilitas NA Plant 2 akan difokuskan untuk produksi kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV), termasuk merek seperti Aion.
“Plant 2 itu mayoritas akan diutamakan untuk kendaraan EV, sedangkan non-EV akan menggunakan plant yang lain,” jelasnya.
Sementara itu, MPV 7-seater GAC kemungkinan besar akan diproduksi di fasilitas berbeda yang lebih sesuai dengan teknologi hybrid.
Diduga Kuat GAC E9 PHEV
Meski belum diumumkan secara resmi, MPV 7-seater yang akan memasuki tahap produksi ini diduga kuat adalah GAC E9 PHEV. Model tersebut sebelumnya sempat diperkenalkan di ajang GIIAS 2025.
Namun, versi yang akan dipasarkan di Indonesia disebut merupakan model terbaru dengan sejumlah pembaruan dibandingkan unit sebelumnya.
GAC Siapkan Beragam Teknologi Baru
Tidak hanya MPV, GAC Indonesia juga disebut tengah menyiapkan berbagai model dengan teknologi berbeda, termasuk hybrid dan Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Strategi ini dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen di tengah tren elektrifikasi yang terus berkembang di pasar otomotif Indonesia.
Kesimpulan
Masuknya MPV 7-seater GAC ke tahap trial production menjadi langkah penting menuju peluncuran resminya di GIIAS 2026. Dengan dukungan produksi lokal, teknologi PHEV, serta rencana ekspansi lini kendaraan elektrifikasi, GAC semakin memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia.
Kehadiran model ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen MPV elektrifikasi akan semakin ketat dalam waktu dekat.














