OTOMOTIF

Self-Driving Jadi Sorotan Utama CES 2026, Geser Dominasi Mobil Listrik

136
×

Self-Driving Jadi Sorotan Utama CES 2026, Geser Dominasi Mobil Listrik

Sebarkan artikel ini
Bukan Cuma Mobil Listrik, Teknologi Self-Driving Jadi Sorotan Utama CES 2026
Bukan Cuma Mobil Listrik, Teknologi Self-Driving Jadi Sorotan Utama CES 2026

Media90 – Gelaran pameran teknologi tahunan Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas secara resmi memperlihatkan pergeseran arah industri otomotif global yang cukup dramatis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada edisi-edisi lalu kendaraan listrik (EV) selalu menjadi pusat perhatian, maka panggung tahun ini justru didominasi oleh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi berkendara otonom sebagai bintang utamanya.

Fenomena ini terjadi seiring dengan langkah strategis para produsen mobil dunia yang mulai mengevaluasi ulang ambisi mereka di pasar mobil listrik dan memilih untuk memfokuskan investasi pada sistem kemudi otomatis yang lebih cerdas dan adaptif.

Ads
close ads

Dari EV ke AI: Pergeseran Fokus Industri

Menurut laporan Reuters pada Januari 2026, berbagai perusahaan otomotif global mulai menyesuaikan proyeksi produksi mobil listrik mereka. Penyesuaian ini dipicu oleh beberapa faktor penting, seperti:

  • Permintaan pasar EV yang mulai melambat

  • Biaya produksi baterai yang masih tinggi

  • Perubahan kebijakan pemerintah di beberapa negara besar

  • Tekanan persaingan dari produsen otomotif China

Alhasil, CES 2026 dipenuhi oleh demo kendaraan yang mampu berjalan sendiri tanpa intervensi pengemudi. Kepercayaan diri industri terhadap teknologi otonom ini ikut terdongkrak setelah melihat operasi robotaxi milik Waymo dan Tesla yang semakin stabil di sejumlah kota besar dunia.

Kini, konsumen dinilai tidak hanya mencari kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga mobil yang lebih nyaman, aman, dan pintar.

C.J. Finn, pemimpin industri otomotif AS di PwC, mempertegas tren tersebut dengan menyatakan:

“Tahun ini Anda akan melihat semakin banyak fokus pada AI dan otonom. Konektivitas pada otonom itu, saya rasa akan menjadi fokus utama,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Sebagai contoh, beberapa produsen EV yang sebelumnya berlomba-lomba meningkatkan kapasitas baterai kini beralih memasukkan investasi pada sistem self-driving. Rivian, misalnya, dikabarkan tengah mengembangkan fitur yang memungkinkan pengemudi melepaskan pandangan dari jalan secara aman, berkat sistem sensor dan pengenalan lingkungan yang semakin akurat. Strategi ini dinilai lebih realistis secara ekonomi di tengah ketidakpastian global.

AI Dominasi Ekosistem Kendaraan Masa Depan

Dominasi AI di CES 2026 tidak hanya tampak dari sektor kemudi, tapi juga dari pendekatan para pabrikan dalam membangun ekosistem kendaraan yang sepenuhnya baru. Dengan pemrosesan data lebih cepat serta penggunaan LiDAR generasi terbaru, kendaraan otonom yang dipamerkan diklaim memiliki kemampuan adaptasi lebih baik dalam menghadapi kondisi jalanan kota yang dinamis dan penuh kejutan.

Perubahan ini turut melahirkan konsep interior mobil yang lebih futuristis: kabin tidak lagi hanya ruang mengemudi, tetapi dapat berubah menjadi:

  • Ruang kerja digital

  • Ruang santai multimedia

  • Ruang komunikasi produktif

Hal ini memungkinkan karena peran manusia sebagai pengemudi mulai dikurangi secara bertahap.

Selain itu, AI juga mulai menyentuh sisi produksi dan operasional perusahaan. Di tengah tekanan harga dari produsen otomotif China, pabrikan Barat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk:

  • Mempercepat proses desain kendaraan

  • Mengoptimalkan produksi

  • Mengurangi biaya manufaktur

  • Meningkatkan efisiensi lini distribusi

Tren ini didukung oleh pendekatan software-defined vehicles, di mana fitur kendaraan dapat diperbarui lewat software tanpa perlu mengganti komponen fisik. Pendekatan ini menjadi strategi baru untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah perubahan pasar yang cepat.

Standar Baru: Kendaraan Pintar Lebih Bernilai dari Sekadar EV

Pergeseran fokus ini bukan berarti mobil listrik ditinggalkan. Namun, industri tampaknya menemukan titik keseimbangan baru antara inovasi dan profitabilitas. Produsen menyadari bahwa konsumen kini lebih menghargai kenyamanan otomatis, keamanan prediktif, dan kepraktisan yang ditawarkan teknologi self-driving.

Akibatnya, standar evaluasi kendaraan pun berubah. Jika sebelumnya kapasitas baterai dan jarak tempuh menjadi aspek penentu, kini tolak ukurnya bergeser pada:

  • Kecerdasan sistem kendaraan

  • Keamanan berbasis AI

  • Kemampuan navigasi mandiri

  • Konektivitas real-time

Paradigma ini menandai lompatan besar: mobil bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan asisten pribadi bergerak.

Kesimpulan: Era Baru Dunia Otomotif Resmi Dimulai

CES 2026 menjadi saksi bergesernya mahkota “bintang utama” dari mobil listrik menuju teknologi kecerdasan buatan dan sistem self-driving. Langkah para pabrikan untuk memprioritaskan otomatisasi membuktikan bahwa masa depan otomotif tidak lagi sekadar soal jarak tempuh baterai, tetapi seberapa pintar kendaraan melindungi dan melayani penumpangnya.

Era di mana mobil menjadi asisten pribadi yang serba otomatis kini bukan lagi sekadar imajinasi — tapi benar-benar sudah berada di depan mata.

Melihat Mobil Terbang XPeng Secara Langsung X2 hingga Land Aircraft Carrier Futuristis
OTOMOTIF

Media90.id – Salah satu pemain otomotif yang paling agresif mengembangkan teknologi mobil terbang adalah XPeng. Produsen asal Tiongkok ini tidak hanya dikenal lewat kendaraan listrik pintar, tetapi juga mulai membangun ekosistem mobilitas udara melalui divisi khusus bernama Aridge XPeng. Dalam kunjungan yang berlangsung pada 12–15 Mei 2026 di pusat pengembangan XPeng di Guangzhou, China, berbagai kendaraan terbang dipamerkan secara langsung. Menariknya, sebagian besar bukan lagi sekadar konsep, melainkan sudah memiliki kemampuan terbang aktif dengan dukungan teknologi autonomous flight berbasis AI.Ads close ads Mulai dari multicopter dua penumpang, eVTOL, hingga konsep mobil terbang antar kota, semuanya menunjukkan bahwa masa depan transportasi…

XPENG Indonesia Tandai Penyerahan 100 Unit XPENG G6 dengan Perjalanan XJourney ke Bogor
OTOMOTIF

Media90.id – XPENG G6 menjadi pusat perhatian dalam momen spesial yang digelar oleh XPENG Indonesia untuk merayakan penyerahan 100 unit kepada konsumen. Perayaan ini tidak hanya dikemas sebagai seremoni handover, tetapi juga sebagai pengalaman menyeluruh yang dirancang untuk mendekatkan brand dengan para pelanggan melalui kegiatan XJourney – Fun Trip to Bogor. Di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle, XPENG Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan mobilitas masa depan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada pengalaman kepemilikan yang lebih premium dan berkesan.Ads close ads Penyerahan 100 Unit Jadi Tonggak Penting XPENG di Indonesia Perayaan penyerahan 100 unit XPENG G6 menjadi…

Kabin Chery Q Dirancang Praktis dengan Banyak Ruang Penyimpanan untuk Aktivitas Harian
OTOMOTIF

Media90.id – Chery Q hadir sebagai salah satu mobil listrik kompak yang menonjolkan kepraktisan ruang penyimpanan sebagai nilai utama. Tidak hanya mengandalkan kabin yang efisien, model ini juga menawarkan fleksibilitas tinggi berkat berbagai kompartemen di dalam interior hingga ruang tambahan di bagian depan kendaraan. Mobil listrik ini resmi diperkenalkan di Indonesia pada 18 Mei 2026 di Jakarta, dengan membawa empat pilar utama: Complete Driving Experience, Complete Space and Comfort, Complete Practicality, dan Complete Safety Tech. Dari keempatnya, aspek Complete Space and Comfort menjadi sorotan utama karena berhubungan langsung dengan kebutuhan pengguna akan ruang yang fungsional untuk aktivitas sehari-hari.Ads close ads…

Honda Prelude Catat 287 SPK Tunjukkan Minat Pasar yang Kuat di Indonesia
OTOMOTIF

Media90.id – Honda Prelude mencatatkan awal yang cukup positif di pasar otomotif Indonesia sejak peluncurannya pada Januari 2026. Indonesia bahkan menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang memasarkan model sport hybrid tersebut. Mobil yang mengusung teknologi elektrifikasi ini langsung mendapat respons pasar yang kuat, dengan jumlah pemesanan yang terus meningkat sejak debutnya.Ads close ads SPK Tembus 287 Unit, Didominasi Jabodetabek Yusak Billy, Sales & Marketing and Aftersales PT Honda Prospect Motor (HPM), mengungkapkan bahwa Honda Prelude telah membukukan lebih dari 280 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). “Hari ini kami semua bangga bisa menyerahkan 20 unit pertama. Di Indonesia, pesanan (Honda…

Geely DPM BSD dan Pos Pengumben Resmi Dibuka Hadirkan Layanan 3S Lengkap untuk Konsumen
OTOMOTIF

Media90.id – Diler Geely DPM BSD dan Geely DPM Pos Pengumben kini resmi beroperasi sebagai bagian dari ekspansi jaringan Geely Auto Indonesia di wilayah Jabodetabek. Kehadiran dua diler baru ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Geely Auto Indonesia dan PT Dwi Putra Motor (DPM), yang bertujuan memperkuat layanan penjualan dan purna jual di Indonesia. Peresmian diler yang digelar di Geely DPM BSD tersebut dihadiri jajaran manajemen Geely Auto Indonesia dan DPM sebagai bentuk penguatan kemitraan jangka panjang.Ads close ads Geely Perkuat Kolaborasi dengan DPM Sales and Channel Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso atau yang akrab disapa Joso, menyebut…

Honda Super ONE Resmi Dipasarkan Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya
OTOMOTIF

Media90.id – Honda Motor Co., Ltd. resmi membuka penjualan mobil listrik murni terbarunya yang bernama Honda Super-ONE untuk pasar domestik Jepang. Bersamaan dengan itu, pabrikan juga mengumumkan harga resmi, spesifikasi lengkap, hingga fitur unggulan yang diusung oleh EV kompak ini. Mobil listrik ini hadir dengan pendekatan berbeda, bukan sekadar efisiensi, tetapi juga menonjolkan karakter berkendara yang responsif dan menyenangkan di jalan.Ads close ads Harga Resmi Honda Super-ONE Honda Super-ONE dibanderol 3.390.200 yen (termasuk pajak konsumsi 10% di Jepang). Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs Rp105 per yen, harganya setara sekitar Rp355,9 juta. Dengan banderol tersebut, Super-ONE diposisikan di segmen…

AC Mobil Rusak Ini 9 Penyebab yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya
OTOMOTIF

Media90.id – Mengemudi mobil akan terasa kurang nyaman jika sistem pendingin udara atau AC tidak berfungsi dengan baik, bahkan sampai mati total. Padahal, AC mobil memiliki peran penting untuk menjaga suhu kabin tetap sejuk, terutama saat cuaca panas terik. Sayangnya, masih banyak pemilik kendaraan yang kurang memperhatikan perawatan komponen ini. Akibatnya, AC bisa tiba-tiba bermasalah di tengah perjalanan, mulai dari tidak dingin hingga mati total.Ads close ads Selain mengurangi kenyamanan, AC yang rusak juga bisa berdampak pada keselamatan. Kaca mobil menjadi mudah berembun saat hujan, mengganggu visibilitas pengemudi, serta meningkatkan risiko kelelahan akibat suhu kabin yang panas. Berikut ini 9…