Media90 – Komitmen membangun budaya akademik dan tradisi literasi di kalangan mahasiswa terus diperkuat oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Melalui kegiatan Kelas Opini dan Jurnal, DEMA FS menghadirkan dua Editor in Chief (EiC) jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus Q1 guna membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis artikel ilmiah sebagai salah satu peluang percepatan kelulusan melalui jalur publikasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 8–9 Mei 2026 ini menghadirkan Abdul Qodir Zaelani, Editor in Chief jurnal Al-Adalah, serta Wahyu Abdul Jafar, Editor in Chief MILRev: Metro Islamic Law Review. Selain itu, hadir pula Ahmad Mufid, Direktur Klasika sekaligus kontributor Gusdurian Network Indonesia sebagai narasumber kelas opini.
Ketua DEMA FS, Basofi Ahmad Bintang, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kelas Opini dan Jurnal tidak sekadar menjadi forum pelatihan menulis, tetapi juga ruang pengembangan tradisi intelektual mahasiswa melalui budaya literasi yang kritis, ilmiah, dan progresif.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga harus mampu tampil sebagai produsen gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia akademik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat bahwa mahasiswa harus berani menulis, menyampaikan gagasan, dan menghadirkan pemikiran yang bermanfaat. Karena peradaban selalu dibangun oleh mereka yang menulis, bukan hanya mereka yang mengeluh di kolom komentar,” ujarnya disambut antusias peserta.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Syariah, Abdul Qodir Zaelani, menyampaikan pesan Dekan Fakultas Syariah, Efa Rodiah Nur, yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif DEMA FS dalam menghadirkan program penguatan kapasitas akademik mahasiswa melalui pelatihan penulisan opini dan artikel ilmiah.
Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong lahirnya budaya akademik yang lebih produktif di lingkungan kampus, terlebih dengan semakin terbukanya peluang penyelesaian studi melalui publikasi artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.
“Perkembangan dunia akademik saat ini menuntut mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan studi melalui skripsi, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memiliki daya saing publikasi. Kelas ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk memahami langkah-langkah praktis menulis artikel ilmiah sekaligus mempercepat proses kelulusannya,” ungkapnya.
Kehadiran dua EiC jurnal Scopus Q1 menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya memperoleh teori dasar kepenulisan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai strategi menembus jurnal bereputasi internasional, mulai dari menentukan isu yang relevan, menyusun argumentasi akademik, hingga teknik penulisan yang sesuai standar publikasi ilmiah global.
Diskusi berlangsung dinamis ketika para narasumber membagikan pengalaman mereka dalam mengelola jurnal internasional serta menjelaskan kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan penulis pemula. Suasana kelas yang interaktif membuat mahasiswa semakin termotivasi untuk mulai aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya sejak dini.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, Kelas Opini dan Jurnal ini menjadi simbol tumbuhnya kesadaran baru di kalangan mahasiswa bahwa menulis bukan hanya kebutuhan akademik, tetapi juga bagian dari kontribusi intelektual bagi masyarakat luas.














