Media90 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (PSPB) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Sains Hardiknas 2026 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Kompetisi tingkat nasional ini dilaksanakan secara daring dari Yogyakarta oleh Festival Olimpiade Sains Nasional bekerja sama dengan Generasi Maju Indonesia. OSH 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa, dengan beragam bidang lomba seperti biologi, kimia, fisika, matematika, ekonomi, sejarah, hingga bahasa. Hasil perlombaan diumumkan pada 5 Mei 2026.
Pada kategori mahasiswa, enam mahasiswa PSPB FTK UIN Raden Intan Lampung berhasil membawa pulang sejumlah medali dari berbagai cabang lomba. Prestasi tertinggi diraih oleh Leza Apriani yang sukses menyabet tiga medali sekaligus, yakni emas bidang Biologi, emas bidang Bahasa Indonesia, dan perak bidang Bahasa Inggris.
Selanjutnya, Gresia Adyra Kirana meraih medali perak di bidang Biologi dan perunggu di bidang Bahasa Indonesia. Arini Alfa Hidayah juga menunjukkan prestasi gemilang dengan meraih emas bidang Kimia serta perak bidang Biologi. Sementara itu, Refaldi Kurniawan memperoleh medali perak bidang Biologi.
Tidak ketinggalan, Siti Rohmatin dan Alfira Dwi Damayanti turut menyumbangkan medali perunggu di bidang Biologi, menambah deretan prestasi mahasiswa PSPB dalam ajang tersebut.
Selain keberhasilan di OSH 2026, mahasiswa FTK UIN Raden Intan Lampung juga mencatatkan prestasi di ajang nasional lainnya. Akbar Satrio, mahasiswa semester 6, berhasil meraih medali emas bidang Wawasan Kebangsaan pada Olimpiade Nasional Indonesia 13 yang diselenggarakan oleh PT Olimpiade Nasional Indonesia pada 3 Mei 2026.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FTK, Heru Juabdin Sada, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia mengungkapkan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang telah mengharumkan nama fakultas dan universitas.
Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata dari semangat juang, kerja keras, dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik di bidang sains. Ia juga menegaskan komitmen FTK untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembinaan akademik, penguatan budaya riset, serta penyediaan ruang kompetisi yang konstruktif.
“Prestasi tidak hadir secara instan, tetapi melalui proses belajar, disiplin, dan keberanian untuk terus mencoba,” ujarnya.
Pimpinan FTK berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk terus berkarya, berprestasi, dan aktif mengembangkan potensi diri di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Semangat kompetisi dan budaya akademik unggul diharapkan terus tumbuh, sehingga semakin banyak mahasiswa yang mampu menorehkan prestasi di berbagai bidang keilmuan.














