TEKNO

Bio-AI Berbasis Neuron Tikus Hadir, Awal Revolusi Komputasi Gabungan Biologis dan Mesin

52
×

Bio-AI Berbasis Neuron Tikus Hadir, Awal Revolusi Komputasi Gabungan Biologis dan Mesin

Sebarkan artikel ini
Peneliti Kembangkan Bio-AI Unik dari Neuron Tikus dengan Kemampuan Real-Time Learning
Peneliti Kembangkan Bio-AI Unik dari Neuron Tikus dengan Kemampuan Real-Time Learning

Media90 – Dunia kecerdasan buatan kembali memasuki fase baru yang revolusioner. Tidak lagi hanya mengandalkan algoritma dan chip silikon, para ilmuwan kini mulai memanfaatkan neuron hidup sebagai bagian dari sistem komputasi. Pendekatan ini melahirkan konsep baru yang dikenal sebagai Bio-AI, yakni perpaduan antara jaringan biologis dan teknologi pembelajaran mesin.

Dalam penelitian terbaru, para peneliti berhasil mengembangkan sistem yang menggunakan neuron dari korteks tikus untuk menjalankan tugas komputasi secara langsung. Temuan ini membuka peluang bahwa jaringan biologis tidak hanya berfungsi dalam tubuh makhluk hidup, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai “mesin” pemrosesan informasi layaknya komputer.

Ads
close ads

Integrasi Neuron Hidup dengan Machine Learning

Konsep utama dari Bio-AI adalah menggabungkan neuron hidup dengan sistem Machine Learning dalam satu ekosistem. Neuron yang diambil dari korteks tikus kemudian “dilatih” untuk merespons sinyal tertentu dan menghasilkan output yang dapat diukur.

Berbeda dengan AI konvensional yang sepenuhnya berbasis perangkat lunak, sistem ini bekerja dengan memanfaatkan aktivitas listrik alami neuron. Artinya, proses komputasi tidak hanya bergantung pada kode, tetapi juga pada dinamika biologis yang kompleks.

Pendekatan ini menawarkan keunggulan besar, terutama dalam hal adaptasi. Neuron hidup memiliki kemampuan untuk belajar dan menyesuaikan diri secara real-time tanpa perlu pemrograman ulang secara manual.

Cara Kerja: Reservoir Computing dalam Loop Tertutup

Teknologi yang digunakan dalam sistem ini mengacu pada konsep Reservoir Computing. Dalam metode ini, jaringan neuron berfungsi sebagai “reservoir” yang mengolah input menjadi pola sinyal kompleks.

Neuron-neuron tersebut dihubungkan dengan perangkat microelectrode array serta sistem mikrofluida. Perangkat ini merekam aktivitas listrik neuron, mengubahnya menjadi data digital, lalu mengirimkan kembali sinyal sebagai stimulasi listrik.

Proses ini menciptakan sistem loop tertutup, di mana output neuron akan kembali menjadi input bagi sistem itu sendiri. Siklus ini berlangsung sangat cepat, dengan jeda sekitar 330 milidetik, memungkinkan pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan dan otomatis tanpa campur tangan manusia.

Desain Jaringan Mikro yang Lebih Adaptif

Untuk meningkatkan performa, para peneliti merancang jaringan mikro yang terdiri dari 128 ruang kecil yang saling terhubung melalui kanal mikro. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah sinkronisasi berlebihan pada neuron.

Dalam kondisi alami, neuron cenderung menembakkan sinyal secara bersamaan, yang justru mengurangi kompleksitas informasi. Dengan desain mikro ini, interaksi antar neuron menjadi lebih dinamis dan beragam, sehingga menghasilkan pola sinyal yang lebih kaya dan efisien.

Mampu Menghasilkan Pola Kompleks

Salah satu pencapaian penting dari sistem Bio-AI adalah kemampuannya menghasilkan berbagai pola gelombang, mulai dari yang sederhana seperti sinus dan persegi hingga pola kompleks seperti Lorenz attractor.

Dalam pengujian, sistem ini menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dengan nilai korelasi di atas 0,8. Hal ini menjadi bukti bahwa jaringan neuron biologis mampu digunakan untuk memodelkan sistem dinamis yang kompleks.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski menjanjikan, teknologi ini masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah penurunan performa setelah proses pelatihan dihentikan. Tanpa stimulasi berkelanjutan, kemampuan neuron untuk mempertahankan pola cenderung menurun.

Selain itu, jeda umpan balik sekitar 330 milidetik juga menjadi tantangan, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan respons sangat cepat. Kedua aspek ini masih menjadi fokus utama dalam pengembangan lanjutan.

Masa Depan Bio-AI

Ke depan, para ilmuwan berupaya mengembangkan perangkat yang mampu mengurangi latensi sekaligus meningkatkan efisiensi komunikasi antar neuron. Jika berhasil, Bio-AI berpotensi menjadi fondasi bagi generasi baru sistem kecerdasan buatan.

Aplikasinya sangat luas, mulai dari antarmuka otak-mesin, prostetik saraf, hingga AI hibrida yang menggabungkan keunggulan biologis dan digital. Dengan perkembangan ini, batas antara mesin dan makhluk hidup semakin kabur.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Bio-AI menjadi langkah awal menuju paradigma baru dalam dunia komputasi—di mana kecerdasan tidak hanya diciptakan, tetapi juga “ditumbuhkan” dari kehidupan itu sendiri.

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya. Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan…

Motorola Luncurkan Moto Buds Loop, TWS Open-Ear Kini Masuk Indonesia
TEKNO

Media90 – Motorola kembali memperluas lini perangkat audionya dengan meluncurkan TWS open-ear perdana di Indonesia, yaitu Moto Buds Loop. Produk ini hadir dengan pendekatan desain terbuka yang dipadukan dengan teknologi audio hasil tuning dari Bose, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif sekaligus tetap sadar dengan lingkungan sekitar. Moto Buds Loop mengusung desain berbentuk huruf “C” yang cara pakainya dijepit di daun telinga. Konsep open-ear yang digunakan memang tengah menjadi tren karena memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar tanpa sepenuhnya menutup telinga, sehingga lebih aman digunakan untuk aktivitas outdoor maupun mobilitas harian. Ads close ads Audio Imersif dengan Tuning Bose…

Motorola Edge 70 Pro Resmi Debut, Ditenagai Dimensity 8500 Extreme dan Triple Kamera 50 MP
TEKNO

Media90 – Motorola resmi mengumumkan kehadiran Edge 70 Pro sebagai varian tertinggi dari lini Edge 70 untuk saat ini. Smartphone ini hadir dengan pendekatan serba seimbang, mulai dari performa, layar, hingga kemampuan kamera yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Dari sisi desain, Edge 70 Pro tampil dengan bodi berlekuk (curved) baik di bagian depan maupun belakang, memberikan kesan premium dan ergonomis saat digenggam. Di bagian depan, perangkat ini dibekali layar Extreme AMOLED berukuran 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144 Hz. Ads close ads Layar tersebut juga diklaim memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 5200 nits serta dukungan warna 100%…

Apple AirTag 2 Kini Hadir di Indonesia, Segini Harga yang Ditawarkan
TEKNO

Media90 – Setelah diperkenalkan secara global pada Januari lalu, Apple AirTag 2 akhirnya resmi tersedia di Indonesia. Perangkat pelacak generasi kedua dari Apple ini kini sudah mulai dijual melalui berbagai distributor resmi Apple di Tanah Air. Berdasarkan pantauan di situs iBox, Apple AirTag 2 dibanderol dengan harga mulai dari Rp599.000 untuk satu unit. Sementara itu, tersedia juga paket bundling berisi 4 unit yang dijual seharga Rp1.799.000, yang membuat harga per unitnya menjadi lebih hemat dibanding pembelian satuan. Ads close ads Peningkatan Fitur dan Performa Sebagai generasi terbaru, AirTag 2 membawa sejumlah peningkatan penting dari sisi perangkat keras. Perangkat ini kini…

OPPO Luncurkan Pad 5 Pro, Tablet Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
TEKNO

Media90 – OPPO resmi meluncurkan tablet flagship terbaru mereka, OPPO Pad 5 Pro, di China. Berbeda dengan OPPO Pad Mini yang fokus pada gaming ringkas, tablet ini dirancang untuk menunjang produktivitas dan kreativitas dengan layar besar serta performa kelas atas. Perangkat ini menjadi penerus langsung OPPO Pad 4 Pro dengan peningkatan di sisi performa dan fitur pendukung kerja profesional. Ads close ads Layar Besar 13,2 Inci dengan Refresh Rate Adaptif OPPO Pad 5 Pro masih mempertahankan layar besar 13,2 inci dengan resolusi 3.4K (3392 x 2400 piksel). Panel ini menggunakan aspek rasio 7:5 yang lebih ideal untuk multitasking, membaca, hingga…

Redmi K Pad 2 Resmi Diumumkan, Tablet Gaming Ringkas dengan Dimensity 9500
TEKNO

Xiaomi resmi mengumumkan tablet gaming ringkas terbaru mereka di China, Redmi K Pad 2. Perangkat ini menjadi penerus generasi pertama dengan peningkatan signifikan, terutama pada performa chipset dan kapasitas baterai yang kini jauh lebih besar. Tablet ini dirancang sebagai perangkat gaming portable yang tetap bertenaga, cocok untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran ringkas. Ads close ads Layar 8,8 Inci 3K dengan Refresh Rate 165Hz Redmi K Pad 2 masih mempertahankan layar IPS LCD berukuran 8,8 inci dengan resolusi 3K (3008 x 1880 piksel). Panel ini mendukung refresh rate hingga 165Hz untuk pengalaman gaming yang lebih mulus. Selain itu,…

OPPO Luncurkan Find X9 Ultra, Smartphone dengan Kamera Monster 200MP Ganda
TEKNO

Media90 – OPPO akhirnya resmi memperkenalkan OPPO Find X9 Ultra dalam sebuah event peluncuran di China setelah lama dirumorkan. Smartphone ultra flagship ini langsung mencuri perhatian berkat konfigurasi kamera “monster” dengan empat kamera Hasselblad, termasuk dua sensor 200MP dan kemampuan zoom optik hingga 10x. Kamera Monster dengan Dual 200MP dan Periskop 10x Zoom Sektor kamera menjadi sorotan utama pada OPPO Find X9 Ultra. Di bagian belakang, OPPO menyematkan setup empat kamera Hasselblad yang sangat ambisius. Ads close ads Kamera utamanya menggunakan sensor 200MP Sony LYT-901 berukuran 1/1.12 inci dengan aperture f/1.5 dan dukungan OIS. Kamera kedua juga tak kalah gahar,…