TEKNO

DJI Gugat Insta360 di Shenzhen, Sengketa Paten Teknologi Kian Memanas

15
×

DJI Gugat Insta360 di Shenzhen, Sengketa Paten Teknologi Kian Memanas

Sebarkan artikel ini
DJI Ajukan Gugatan ke Insta360 Terkait Dugaan Pelanggaran Paten
DJI Ajukan Gugatan ke Insta360 Terkait Dugaan Pelanggaran Paten

Media90 – DJI membawa persaingannya dengan Insta360 ke jalur hukum. Perusahaan drone asal China tersebut resmi menggugat Insta360 dan induknya, Arashi Vision, ke pengadilan di Shenzhen atas dugaan pelanggaran enam paten teknologi inti, mulai dari sistem flight control hingga pemrosesan gambar.

Awal Mula Perseteruan

Perselisihan ini diduga bermula dari perpindahan karyawan. Beberapa mantan staf DJI diketahui mengajukan paten baru setelah bergabung dengan Insta360, dalam rentang waktu yang masih diatur oleh hukum China. Dalam kondisi tersebut, hak atas paten bisa saja tetap menjadi milik perusahaan sebelumnya, sehingga DJI menuntut agar paten tersebut dialihkan.

Ads
close ads

Di sisi lain, CEO Insta360, Liu Jingkang, menegaskan bahwa seluruh inovasi berasal dari tim internal mereka. Ia juga menyebut identitas para penemu sempat dirahasiakan untuk menghindari praktik perekrutan agresif dari kompetitor.

Liu menambahkan, beberapa paten yang dipermasalahkan bahkan tidak pernah digunakan, termasuk fitur yang dinilai tidak realistis untuk diproduksi karena terbentur regulasi penerbangan.

Saling Klaim Pelanggaran

Tak hanya bertahan, Insta360 juga melontarkan klaim balik. Perusahaan tersebut menuding DJI menggunakan puluhan paten milik mereka tanpa izin, termasuk pada produk seperti DJI Osmo 360. Meski demikian, Insta360 memilih untuk tidak membawa tuduhan tersebut ke ranah hukum.

Rivalitas Kian Memanas

Persaingan antara kedua perusahaan semakin tajam seiring ekspansi masing-masing ke segmen yang sama. DJI kini lebih agresif di pasar kamera 360 derajat, sementara Insta360 mulai merambah teknologi drone melalui produk seperti Antigravity A1.

DJI sendiri dikabarkan telah menyiapkan produk baru, DJI Avata 360, yang dijadwalkan meluncur pada 26 Maret. Di saat bersamaan, kabar gugatan ini langsung berdampak ke pasar, dengan saham Arashi Vision sempat mengalami penurunan cukup signifikan.

Situasi ini menunjukkan bahwa persaingan keduanya tidak hanya soal produk, tetapi juga perebutan kendali atas teknologi inti di balik inovasi mereka. Konflik ini pun berpotensi berlangsung panjang, tergantung apakah kedua pihak memilih jalur damai atau melanjutkan pertarungan di meja hijau.

Tinggalkan Balasan