Media90 – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin berkembang ke arah yang lebih personal dan imersif. Salah satu inovasi terbaru datang dari perusahaan teknologi Meta yang dilaporkan tengah mengembangkan kloning digital dari CEO mereka, Mark Zuckerberg. Proyek ini dirancang untuk menciptakan representasi digital yang dapat mewakili Zuckerberg dalam berinteraksi langsung dengan karyawan, terutama ketika ia tidak dapat hadir secara fisik.
Kloning Digital dengan Teknologi 3D Fotorealistis
Berbeda dari avatar standar yang umum digunakan, Meta disebut mengembangkan karakter tiga dimensi (3D) dengan visual fotorealistis yang sangat menyerupai Mark Zuckerberg. Karakter AI ini diprogram agar mampu melakukan percakapan interaktif secara real-time, termasuk menjawab pertanyaan dan memberikan umpan balik langsung kepada karyawan.
Tujuan utama dari sistem ini adalah menghadirkan pengalaman komunikasi yang tetap terasa “hidup”, seolah-olah Zuckerberg benar-benar hadir dalam ruang rapat virtual tersebut.
Pelatihan Langsung oleh Zuckerberg
Akurasi kloning digital ini menjadi fokus utama dalam pengembangannya. Zuckerberg dilaporkan terlibat langsung dalam proses pelatihan dan pengujian sistem AI tersebut. Ia membantu memberikan data serta menguji bagaimana versi digital dirinya merespons berbagai situasi percakapan.
Sistem AI ini dilatih menggunakan berbagai sumber data, termasuk citra visual, rekaman suara asli, serta video publik Zuckerberg. Selain itu, sistem juga mempelajari gerak tubuh, intonasi suara, hingga gaya komunikasi khas sang CEO.
Lebih dari sekadar meniru tampilan dan suara, kloning AI ini juga dirancang untuk memahami konteks bisnis Meta. Dengan demikian, entitas digital ini tidak hanya memberikan jawaban sederhana, tetapi juga dapat menawarkan pandangan strategis terkait arah perusahaan.
Persiapan Menuju Ekosistem Kreator AI
Pengembangan kloning digital Zuckerberg ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Meta untuk memperluas penggunaan AI di kalangan publik. Jika proyek ini berhasil, Meta berencana memungkinkan para kreator konten dan influencer untuk membuat avatar AI dari diri mereka sendiri.
Rencana ini melanjutkan demonstrasi yang telah diperkenalkan Meta pada tahun 2024, di mana kreator dapat mengembangkan karakter AI yang mampu berinteraksi dengan audiens. Saat ini, fitur tersebut juga sudah mulai diterapkan di platform seperti Instagram, di mana kreator dapat menggunakan versi AI untuk membalas komentar pengikut secara otomatis.
Namun, Meta juga memperketat kebijakan penggunaan chatbot AI. Perusahaan membatasi akses pembuatan chatbot khusus, terutama bagi pengguna remaja, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab.
Proyek AI Pribadi Zuckerberg
Di luar proyek kloning untuk kebutuhan perusahaan, Zuckerberg juga dilaporkan semakin aktif dalam pengembangan AI secara pribadi. Ia menghabiskan sekitar 5 hingga 10 jam per minggu untuk menulis kode (coding) serta meninjau proyek-proyek teknis terkait AI di Meta.
Selain itu, ia juga sedang mengembangkan agen AI pribadi berbasis dirinya sendiri. Berbeda dengan kloning digital untuk rapat internal, agen ini dirancang sebagai asisten pribadi yang membantu menyelesaikan tugas sehari-hari dan rutinitas kerja.
Dengan berbagai inisiatif ini, Meta menunjukkan arah baru dalam pemanfaatan AI—tidak hanya sebagai alat bantu kerja, tetapi juga sebagai representasi digital manusia dalam dunia profesional dan sosial.














