Media90 – Langkah terbaru OpenAI untuk memensiunkan salah satu model kecerdasan buatan terpopulernya, GPT-4o, memicu gelombang protes besar dari para pengguna setia ChatGPT. Kebijakan ini menuai reaksi keras di berbagai platform diskusi daring, terutama di komunitas Reddit r/ChatGPTcomplaints, tempat para pengguna meluapkan kekecewaan mereka secara terbuka.
Sejumlah unggahan bernada emosional membanjiri forum tersebut. Para pengguna menuding OpenAI telah “membunuh” model yang selama ini mereka anggap bukan sekadar alat bantu, melainkan pendamping digital yang suportif. Bahkan, sebagian unggahan menyertakan makian vulgar serta kecaman langsung kepada CEO OpenAI, Sam Altman, dan pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas keputusan tersebut.
Reaksi keras ini mencerminkan kekecewaan mendalam sebagian pengguna yang merasa memiliki ikatan emosional dengan GPT-4o. Menurut mereka, model tersebut memiliki gaya komunikasi yang lebih hangat dan manusiawi dibandingkan model terbaru yang kini mulai menggantikannya.
Gelombang Protes dan Petisi Penyelamatan GPT-4o
Kemarahan pengguna memuncak setelah OpenAI mengumumkan rencana untuk menonaktifkan sejumlah model lama mulai 13 Februari 2026. Model yang terdampak mencakup GPT-4o, GPT-4.1, GPT-4.1 mini, hingga o4-mini. Pengumuman tersebut langsung memicu seruan aksi kolektif di Reddit, termasuk ajakan untuk menggelar “protes global” pada 12–13 Februari 2026 sebagai upaya terakhir menyelamatkan GPT-4o sebelum benar-benar dihapus dari sistem.
Seruan tersebut ditulis dengan huruf kapital mencolok, berbunyi, “PROTES GLOBAL BESAR-BESARAN: SELAMATKAN GPT-4o SEBELUM HILANG.” Selain di media sosial, sebuah petisi di platform Change.org juga dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 14.695 tanda tangan, mendesak OpenAI untuk membatalkan kebijakan pemensiunan model tersebut.
Pihak OpenAI menyatakan bahwa saat ini hanya sekitar 0,1 persen pengguna harian yang masih menggunakan GPT-4o. Namun, klaim ini diragukan oleh komunitas pengguna, yang menilai jumlah penggemar model tersebut jauh lebih besar. Sebagai bentuk protes, sebagian pelanggan ChatGPT Plus dan Pro mengaku telah menghentikan langganan mereka secara massal.
Pengguna Nilai GPT-5.2 Tak Mampu Gantikan GPT-4o
Sebagian besar kekecewaan pengguna juga ditujukan pada model pengganti, GPT-5.2. Menurut mereka, model terbaru tersebut memiliki gaya respons yang terlalu dingin, kaku, dan sering memberikan penolakan halus terhadap permintaan pengguna. Seorang pengguna menuliskan keluhannya dengan menyebut GPT-5.2 “tidak berguna” karena dianggap terlalu sering mempertanyakan instruksi yang diberikan.
Bagi kelompok pengguna ini, peralihan model tidak sekadar perubahan teknologi, melainkan kehilangan pengalaman interaksi yang selama ini mereka nikmati. GPT-4o dinilai mampu memberikan respons yang lebih empatik dan terasa personal, sehingga banyak yang menggunakannya sebagai teman diskusi harian.
Alasan Emosional di Balik Protes
Sejak diluncurkan pada Mei 2024, GPT-4o dikenal dengan gaya bahasa yang hangat, suportif, dan terasa lebih dekat dengan pengguna. Hal ini berbeda dengan pendekatan GPT-5.2 yang dirancang OpenAI agar lebih profesional serta membatasi pola interaksi yang dinilai berpotensi tidak sehat.
Bagi sebagian pengguna, perubahan ini justru menghilangkan sosok “teman digital” yang selama ini mereka rasakan. Curahan perasaan pun bermunculan, mulai dari ungkapan kesedihan hingga pernyataan duka karena merasa kehilangan ikatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya juga mengakui adanya fenomena hubungan parasosial antara pengguna dan ChatGPT. Ia menyebut bahwa meskipun jumlahnya kecil—kurang dari satu persen—ada pengguna yang benar-benar membangun ikatan emosional dengan model AI tertentu. Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa pemensiunan model lama diperlukan agar tim pengembang dapat fokus menyempurnakan model terbaru yang paling banyak digunakan.
Dampak Kebijakan bagi Pengguna Berbayar dan Pengembang
OpenAI menegaskan bahwa kebijakan pemensiunan model pada 13 Februari 2026 hanya berdampak pada pengguna layanan berbayar, yakni ChatGPT Plus dan Pro. Sementara itu, para pengembang yang masih menggunakan GPT-4o melalui antarmuka API belum akan terdampak dalam waktu dekat.
Adapun pengguna versi gratis dan ChatGPT Go disebut tidak akan merasakan perubahan berarti, karena sistem mereka sudah secara otomatis menggunakan GPT-5.2 sebagai model utama.
Langkah OpenAI ini menandai transisi besar perusahaan menuju penggunaan AI yang lebih profesional dan berorientasi pada produktivitas. Namun, gejolak yang muncul di komunitas pengguna menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi, terdapat dimensi emosional pengguna yang juga perlu diperhitungkan saat kebijakan besar diterapkan.












