TEKNO

Vivo Uji Smartphone Baterai 10.000mAh, Gunakan Teknologi Silicon Carbon

116
×

Vivo Uji Smartphone Baterai 10.000mAh, Gunakan Teknologi Silicon Carbon

Sebarkan artikel ini
Smartphone Vivo dengan Baterai 10.000mAh Sedang Dikembangkan
Smartphone Vivo dengan Baterai 10.000mAh Sedang Dikembangkan

Media90 – Vivo dikabarkan tengah menguji smartphone dengan kapasitas baterai yang tidak biasa, yakni mencapai 10.000mAh. Bocoran ini pertama kali muncul dari Digital Chat Station melalui platform Weibo pada Februari 2026.

Jika benar, ini akan menjadi pertama kalinya Vivo menghadirkan perangkat dengan kapasitas baterai sebesar itu.

Ads
close ads

Kapasitas Bisa Lebih Besar dari Angka Resmi

Menariknya, angka 10.000mAh tersebut disebut belum sepenuhnya mencerminkan kapasitas sebenarnya. Baterai yang digunakan dikabarkan memiliki kapasitas tipikal yang lebih tinggi dari spesifikasi yang tercantum.

Artinya, ada kemungkinan daya tahan perangkat ini bisa lebih panjang dari yang dibayangkan.

Gunakan Teknologi Silicon Carbon

Vivo disebut menggunakan teknologi baterai berbasis Silicon Carbon, yang berbeda dari baterai konvensional. Material ini memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi dalam ukuran yang tetap relatif ringkas.

Selain itu, baterai ini memiliki tegangan hingga 4,53V, lebih tinggi dibandingkan baterai biasa yang umumnya berada di kisaran 4,4V. Kombinasi ini membuat kapasitas besar bisa dicapai tanpa harus membuat bodi smartphone terlalu tebal.

Detail Perangkat Masih Minim

Untuk perangkatnya sendiri, informasi masih sangat terbatas. Nama Vivo Y600 Pro sempat muncul dalam bocoran, namun belum ada konfirmasi resmi dari Vivo.

Spesifikasi lain seperti chipset, harga, hingga jadwal peluncuran juga masih belum diungkap.

Tren Baterai Besar Mulai Muncul

Kapasitas baterai besar seperti ini sebenarnya mulai menjadi tren. Beberapa brand seperti HONOR dan Realme bahkan sudah lebih dulu menghadirkan perangkat dengan baterai jumbo.

Jika Vivo benar-benar ikut merilisnya, bukan tidak mungkin kapasitas 10.000mAh akan mulai lebih umum di masa depan.

Namun pertanyaannya, apakah kapasitas sebesar ini akan menjadi standar baru, atau tetap menjadi fitur khusus untuk pengguna dengan kebutuhan tertentu?