UMUM

Kapan Waktu Terbaik untuk Tidur dan Bangun? Ini Penjelasan Ahli

138
×

Kapan Waktu Terbaik untuk Tidur dan Bangun? Ini Penjelasan Ahli

Sebarkan artikel ini
Ini Waktu Ideal untuk Tidur dan Bangun Menurut Ahli
Ini Waktu Ideal untuk Tidur dan Bangun Menurut Ahli

Media90 – Kapan waktu terbaik untuk tidur dan bangun? Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi Anda yang disibukkan oleh pekerjaan atau aktivitas harian. Dilansir dari Healthline, ada beberapa panduan ilmiah yang dapat membantu menentukan jadwal tidur ideal agar tubuh tetap bugar dan produktif.

Di dunia yang ideal, seseorang bisa tidur lebih awal dan bangun lebih pagi dengan kondisi tubuh yang segar. Pola ini selaras dengan ritme biologis manusia yang secara alami menyesuaikan waktu tidur dengan pergerakan matahari. Namun, kenyataannya berbagai komitmen seperti pekerjaan, aktivitas rumah tangga, hingga pengasuhan anak sering kali membuat pola tidur yang ideal sulit diterapkan.

Ads
close ads

Secara umum, terdapat dua hal penting dalam menentukan tidur berkualitas: jumlah jam tidur dan konsistensi waktu tidur.

Tidur saat hari mulai gelap dapat membantu tubuh lebih mudah terlelap sekaligus memberi waktu istirahat yang cukup. Selain itu, menjaga jumlah jam tidur yang sesuai setiap malam sangat penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Bagi Anda yang ingin mengatur jadwal tidur lebih baik, berikut panduan yang dapat diperhatikan.

1. Jam Tidur Terbaik

Secara ideal, tubuh manusia dirancang untuk tidur lebih awal dan bangun di pagi hari. Pola ini mengikuti kecenderungan biologis yang membuat seseorang merasa lebih mengantuk secara alami setelah matahari terbenam.

Waktu tidur yang tepat dapat disesuaikan dengan jam bangun Anda setiap pagi. Jika Anda harus bangun pukul 6 pagi, hitung mundur 7–9 jam untuk menentukan jam tidur yang ideal, sesuai rekomendasi tidur bagi orang dewasa.

2. Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian adalah jam biologis alami tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun dalam periode 24 jam. Ritme ini menentukan kapan tubuh merasa mengantuk dan kapan merasa lebih waspada.

Dalam satu hari, ada dua periode ketika tubuh cenderung paling mengantuk:

  • Pukul 1 siang–3 sore

  • Pukul 2 pagi–4 pagi

Semakin baik kualitas tidur malam Anda, semakin kecil kemungkinan Anda merasakan kantuk berlebih pada periode tersebut.

Ketika Anda terbiasa tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, ritme sirkadian akan menyesuaikan. Pada akhirnya, Anda dapat tertidur lebih mudah di malam hari dan bangun tanpa alarm karena tubuh sudah mengenali pola tersebut.

Sebaliknya, bekerja shift tidak teratur atau sering mengubah-ubah jam tidur dapat mengacaukan ritme sirkadian. Hal ini membuat tubuh lebih mudah lelah dan mengantuk di siang hari.

Mengatur pola tidur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi penting untuk kesehatan jangka panjang. Dengan memahami ritme tubuh dan menjaga konsistensi, Anda dapat merasakan kualitas tidur yang lebih baik serta energi optimal sepanjang hari. Jika jadwal tidur Anda masih berantakan, mungkin sekarang saatnya mulai memperbaikinya.

Kampus di AS Hadapi Krisis Literasi Gen Z, Nilai Mahasiswa Jadi Turun Standar
UMUM

Media90 – Sejumlah perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat kini menghadapi tantangan akademis serius yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya. Para dosen dan profesor melaporkan adanya penurunan signifikan pada kemampuan membaca mahasiswa generasi Z (Gen Z) yang baru memasuki dunia perkuliahan. Fenomena ini tidak lagi dianggap sekadar masalah motivasi belajar, melainkan telah menyentuh aspek mendasar seperti kesulitan memahami kalimat sederhana hingga rendahnya ketahanan mental dalam menyelesaikan bacaan panjang. Kondisi tersebut mendorong banyak pengajar melakukan penyesuaian besar-besaran, termasuk menurunkan standar akademik agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan.Ads close ads Kesulitan Memahami Teks Dasar di Ruang Kelas Salah satu pengamatan datang dari…

Anak yang Sering Gunakan Media Sosial Berisiko Alami Gangguan Membaca
UMUM

Media90 – Penggunaan media sosial pada anak usia dini kembali menjadi perhatian serius. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Research on Adolescence menemukan adanya keterkaitan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kemampuan membaca pada anak di bawah usia 16 tahun. Penelitian tersebut mengungkap bahwa anak-anak yang rutin menghabiskan waktu di media sosial cenderung mengalami kesulitan dalam mengenali serta melafalkan kata secara utuh. Temuan ini menjadi penting karena kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam perkembangan kognitif dan akademik anak.Ads close ads Dampak pada Kemampuan Verbal dan Waktu Membaca Studi yang melibatkan lebih dari 10.000 anak berusia 10 tahun dan berlangsung…

Dari Doomscrolling hingga Brain Rot, Ini 8 Masalah Mental yang Dialami Gen Z
UMUM

Media90 – Tumbuh di tengah derasnya arus teknologi digital memang membawa banyak kemudahan. Informasi bisa diakses dalam hitungan detik, komunikasi menjadi lebih cepat, dan berbagai aktivitas dapat dilakukan secara efisien. Namun di balik semua itu, Generasi Z (Gen Z) juga menghadapi tekanan mental yang tidak ringan. Paparan konten tanpa henti, tuntutan untuk selalu produktif, hingga ekspektasi sosial yang tinggi membuat kondisi psikologis mereka semakin kompleks. Tidak jarang Gen Z dilabeli sebagai generasi yang mudah rapuh. Padahal, kenyataannya mereka harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba cepat, penuh distraksi, dan minim jeda.Ads close ads Dari fenomena ini, muncul berbagai istilah baru yang…

Film Na Willa Tembus 1 Juta Penonton, Sekuel Segera Digarap? Ini Bocorannya
UMUM

Media90 – Film anak Indonesia Na Willa mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus satu juta penonton di bioskop. Capaian tersebut diraih dalam waktu 17 hari sejak penayangan perdana, menegaskan posisinya sebagai salah satu film keluarga yang sukses menarik minat penonton Tanah Air. Di balik keberhasilan tersebut, kabar menarik datang dari sang sutradara, Ryan Adriandhy. Ia diketahui telah mulai menulis skenario untuk kelanjutan cerita yang akan diberi judul Na Willa 2. Langkah ini dinilai sebagai respons atas antusiasme tinggi dari penonton sejak film pertama dirilis.Ads close ads Sinyal kehadiran sekuel sebenarnya sudah muncul sebelumnya. Produser Anggia Kharisma sempat menyebut bahwa kisah Na…

Diam-Diam Melejit! Film Lebaran Ini Tembus 1 Juta Penonton di Hari Senin
UMUM

Media90 – Film Senin Harga Naik mencatat pencapaian impresif dengan menembus lebih dari 1 juta penonton. Menariknya, angka tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses bertahap hingga hari ke-19 penayangan, tepatnya pada Minggu, 5 April 2026. Di hari pertama penayangan, film ini hanya meraih sekitar 42.285 penonton. Jumlah tersebut tergolong moderat dan tidak langsung menunjukkan potensi sebagai film blockbuster. Bahkan, sepanjang masa tayangnya, angka penonton harian tidak pernah melonjak hingga ratusan ribu.Ads close ads Namun, tren yang stabil justru menjadi kunci keberhasilan film ini. Konsistensi jumlah penonton dari hari ke hari membuat film ini terus bertahan di bioskop dan…

Remake “Dad For Rent” Versi Indonesia Siap Tayang, Dwi Sasono Perankan Tokoh Utama
UMUM

Media90 – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan adaptasi menarik dari Korea Selatan. Film Dad For Rent kini resmi di-remake dalam versi Indonesia dan siap meramaikan bioskop Tanah Air. Proyek ini digarap oleh dua sineas asal Korea Selatan, Kim Min Jae dan Park Jin Ha, yang menghadirkan sentuhan khas drama Korea dalam balutan produksi lokal.Ads close ads Deretan Aktor Top Indonesia Versi Indonesia dari “Dad For Rent” menghadirkan sejumlah aktor dan aktris papan atas, di antaranya: Kombinasi aktor senior dan generasi muda ini diharapkan mampu menghadirkan chemistry kuat serta emosi yang menyentuh penonton. Sinopsis: Ayah ‘Disewakan’ demi Bertahan Hidup Film ini…

Film “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Resmi Diproduksi, Benidictus Siregar Ambil Peran Utama
UMUM

Media90 – Kabar terbaru datang dari dunia perfilman Indonesia. Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dipastikan segera memasuki tahap produksi dan siap mencuri perhatian penonton. Proyek ini akan digarap oleh sutradara Kuntz Agus, yang dikenal memiliki gaya penyutradaraan khas dengan kekuatan dalam membangun cerita yang emosional dan mendalam.Ads close ads Benidictus Siregar Jadi Sorotan Utama Salah satu daya tarik utama film ini adalah terpilihnya Benidictus Siregar sebagai pemeran utama. Dalam film tersebut, ia akan memerankan karakter Ale, tokoh sentral yang menjadi penggerak utama cerita. Menariknya, ini menjadi debut Benidictus sebagai pemeran utama dalam sebuah film panjang, setelah sebelumnya lebih dikenal…