Media90 – Dalam artikel kali ini akan membahas renungan harian Kristen yang dapat digunakan sebagai bahan saat teduh dan perenungan pribadi. Penyertaan Tuhan akan selalu hadir dalam setiap perjalanan kehidupan. Apa pun rintangan dan pergumulan yang dihadapi, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Penyertaan Tuhan akan menuntun setiap langkah kita seturut dengan kehendak dan kemuliaan-Nya.
Kumpulan Harta di Surga
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:19)
Secara alamiah, manusia memiliki dorongan kuat untuk mencari, mengejar, dan menikmati hal-hal yang bersifat materi. Terlebih dalam kondisi ekonomi yang tidak mudah, banyak orang terdorong untuk bekerja lebih keras demi memperoleh penghasilan dan harta sebanyak mungkin.
Namun tanpa disadari, tidak sedikit orang yang lebih fokus mengejar kekayaan dunia dibandingkan hal-hal rohani. Firman Tuhan mengingatkan:
“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2)
Bahaya Cinta Akan Materi
Kecenderungan mengejar harta bukanlah hal baru. Pada zaman Tuhan Yesus, para pemimpin agama pun banyak yang terjebak dalam sikap materialistis. Mereka bahkan menjadi tamak dan menyalahgunakan kepercayaan demi keuntungan pribadi.
Tuhan Yesus dengan tegas mengecam orang-orang Farisi yang dikenal sebagai hamba uang (Lukas 16:14). Mereka terlihat rohani di luar, tetapi hatinya dipenuhi keserakahan.
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik…” (Matius 23:14a)
Sikap ini juga terlihat dalam kisah Hofni dan Pinehas, anak-anak imam Eli, yang menyalahgunakan jabatan mereka demi kepentingan pribadi (1 Samuel 2:22). Mereka tidak menghormati persembahan kepada Tuhan dan hidup dalam dosa.
Refleksi Kehidupan Saat Ini
Apa yang terjadi di masa lalu, masih relevan hingga saat ini. Banyak orang menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri, bahkan mengatasnamakan kepentingan umum.
Firman Tuhan kembali mengingatkan melalui Amsal:
“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini!” (Amsal 23:4)
Ini bukan berarti kita tidak boleh bekerja atau berusaha, melainkan kita diajak untuk menempatkan prioritas yang benar—bahwa hidup bukan hanya tentang harta dunia, tetapi tentang nilai kekekalan.
Penutup
Harta di dunia bersifat sementara, namun harta di surga bersifat kekal. Karena itu, marilah kita belajar untuk hidup benar di hadapan Tuhan, mengutamakan hal-hal rohani, dan menggunakan apa yang kita miliki untuk kemuliaan-Nya.
Selamat pagi. Tuhan memberkati.
Kiranya firman Tuhan hari ini menjadi kekuatan dan jawaban atas setiap pergumulan yang sedang dihadapi. 🙏














