BERITA

Demi Akhiri Konflik Gajah, Warga Sukorahayu Lampung Timur Rela Hibahkan Lahan untuk Tanggul

Luluk RJMP
7
×

Demi Akhiri Konflik Gajah, Warga Sukorahayu Lampung Timur Rela Hibahkan Lahan untuk Tanggul

Sebarkan artikel ini
Redam Konflik Gajah Warga Sukorahayu Lampung Timur Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Tanggul

Media90.id – Pembangunan tanggul pembatas di wilayah Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Keberadaan tanggul tersebut dinilai penting sebagai salah satu upaya untuk mengurangi konflik antara manusia dan gajah Sumatera yang selama ini terjadi di wilayah tersebut.

Ads
close ads

Kepala Desa Sukorahayu, Afria Syahdi, mengatakan pembangunan tanggul telah mendapatkan izin dan menjadi kesepakatan antara petani dengan perangkat desa.

“Kalau dari kami, desa dan para petani sudah sepakat. Kami malah minta supaya progres pembangunannya segera jalan dan cepat diselesaikan,” kata Afria Syahdi, Jumat (21/8/2026).

Afria sekaligus meluruskan pemberitaan sebelumnya yang menyebut akses warga menuju sawah atau kebun terhambat akibat pembangunan tanggul.

Menurutnya, masyarakat justru memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut. Bahkan, sejumlah warga bersedia menghibahkan sebagian tanah mereka agar pembangunan tanggul dapat segera direalisasikan.

“Lahan yang disiapkan warga memiliki ukuran sekitar 20 meter kali 600 meter. Itu warga siap hibahkan, supaya pembangunan tanggulnya bisa segera direalisasikan,” ujar Afria.

Warga Siapkan Lahan untuk Tanggul

Dukungan masyarakat terhadap pembangunan tanggul tidak hanya disampaikan secara lisan. Warga juga disebut telah menyiapkan lahan yang nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan.

Selain kesiapan lahan, warga dan perangkat desa juga diminta menyiapkan surat pernyataan sebagai bentuk kesediaan menghibahkan tanah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak muncul persoalan terkait status lahan pada kemudian hari. Dengan adanya kepastian tersebut, proses pembangunan tanggul diharapkan dapat berjalan lebih cepat hingga selesai.

Afria menegaskan, dukungan pemerintah desa dan masyarakat terhadap pembangunan tanggul tidak terlepas dari persoalan konflik gajah Sumatera yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurutnya, keberadaan tanggul diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko gajah memasuki area pertanian dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Warga Rela Hibahkan Tanah Tanpa Kompensasi

Dukungan serupa disampaikan salah seorang warga Desa Sukorahayu, Rahmad. Ia bahkan telah menyatakan kesediaannya menghibahkan tanah untuk mendukung pembangunan tanggul.

Tanah tersebut nantinya diberikan tanpa meminta ganti rugi maupun kompensasi.

Rahmad mengatakan, pembangunan tanggul sangat dibutuhkan masyarakat karena gajah beberapa kali masuk ke wilayah pertanian warga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pembangunan tanggul tidak kembali mengalami keterlambatan.

Menurutnya, keberadaan pembatas yang memadai dapat membantu melindungi lahan pertanian masyarakat dari gangguan gajah yang selama ini menjadi persoalan di wilayah tersebut.

Kesediaan warga menghibahkan lahan menunjukkan besarnya harapan masyarakat agar konflik manusia dan gajah dapat segera diminimalkan.

Diharapkan Segera Direalisasikan

Pemerintah Desa Sukorahayu bersama masyarakat berharap kesiapan lahan dan dukungan warga dapat menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan tanggul.

Dengan adanya tanggul pembatas, masyarakat berharap aktivitas pertanian dapat berjalan lebih aman, sekaligus mengurangi potensi pertemuan antara warga dengan gajah Sumatera.

Pembangunan infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam menangani konflik manusia dan satwa liar yang telah berlangsung cukup lama di wilayah Sukorahayu.

Pemerintah desa dan warga kini menantikan agar proses pembangunan segera berjalan dan dapat diselesaikan, sehingga tanggul tersebut bisa segera difungsikan untuk membantu melindungi kawasan pertanian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *