Media90.id – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Salah satu dosennya, Dr. Jakty Kusuma, S.P., M.P., Ph.D., dipercaya menjadi plenary speaker pada sesi pleno 14th Joint Working Group (JWG) France-Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Prancis.
Kepercayaan tersebut diberikan oleh French National Institute of Research for Sustainable Development (IRD) sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Polinela dalam mengembangkan riset kolaboratif berskala internasional.
Paparkan Konsep Joint Research Laboratory
Dalam presentasinya, Dr. Jakty Kusuma memperkenalkan konsep Joint Research Laboratory, yakni model laboratorium riset bersama yang mengintegrasikan perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta organisasi masyarakat ke dalam satu ekosistem kolaborasi.
Laboratorium tersebut dipimpin oleh Polinela dengan melibatkan sejumlah mitra strategis, yaitu Universitas Pattimura, Universitas Padjadjaran, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Yayasan Bulan Hijau.
Kolaborasi ini berfokus pada penelitian multidisiplin terhadap komoditas pala dan cengkeh, mulai dari aspek keanekaragaman hayati, genetika, metabolomik, perubahan iklim, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Program ini mendapat dukungan pendanaan dari IRD hingga tahun 2029 sebagai bentuk nyata penguatan kerja sama riset antara Indonesia dan Prancis,” ujar Dr. Jakty Kusuma, Senin (6/7/2026).
Perluas Jejaring Internasional Pendidikan Vokasi
Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., yang memimpin delegasi empat politeknik negeri Indonesia pada forum tersebut, mengatakan keikutsertaan Polinela dalam 14th JWG France-Indonesia 2026 merupakan bagian dari strategi memperluas jejaring internasional.
Menurutnya, kolaborasi global menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus memperkuat kerja sama riset dengan berbagai institusi dunia.
“Partisipasi aktif dalam forum ini menunjukkan komitmen Polinela untuk terus membangun kemitraan strategis dengan berbagai institusi pendidikan dan riset terbaik di dunia,” kata Dwi Puji Hartono.
Satu-satunya Politeknik Negeri yang Hadir sebagai Plenary Speaker
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Polinela, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs., menjelaskan bahwa Polinela menjadi satu-satunya politeknik negeri di Indonesia yang memperoleh kehormatan menghadirkan dosennya sebagai plenary speaker dalam sesi pleno JWG France-Indonesia 2026.
Menurut Eko, pencapaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan Dr. Jakty Kusuma dalam memimpin pembentukan laboratorium riset bersama yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, lembaga riset nasional, serta organisasi masyarakat dengan dukungan pendanaan penuh dari IRD.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan lembaga internasional terhadap kapasitas riset dan inovasi yang dimiliki Polinela.
Diharapkan Lahirkan Kolaborasi Berkelanjutan
Polinela berharap kerja sama internasional yang telah terjalin dapat terus berkembang melalui berbagai program konkret, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Partisipasi dalam forum internasional ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif membangun kolaborasi global, sekaligus berkontribusi dalam menghasilkan riset berkualitas yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun di tingkat internasional.














