Media90.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku pencurian besi di berbagai fasilitas umum, seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) dan taman. Pelaku yang terbukti merupakan penerima program pemerintah terancam kehilangan hak atas Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun bantuan sosial (bansos).
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono sebagai respons atas maraknya kasus pencurian pagar besi di sejumlah fasilitas publik di Jakarta, termasuk di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, dan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
“Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO,” kata Pramono Anung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Pramono mengaku telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas para pelaku. Selain proses hukum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan sanksi administratif bagi pelaku yang menerima berbagai program bantuan dari pemerintah.
“Saya sudah menyampaikan di internal, bagi siapa pun yang melakukan itu, kalau dia pelajar maka KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan,” tegasnya.
CCTV Dimanfaatkan untuk Memburu Pelaku
Pramono juga meminta aparat terkait mengoptimalkan penggunaan kamera pengawas (CCTV) yang telah terpasang di hampir seluruh JPO di Jakarta guna mengungkap pelaku pencurian.
Menurutnya, rekaman CCTV diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi sekaligus penangkapan para pelaku yang merusak dan mencuri fasilitas umum.
“Dan sekarang ini hampir semua JPO kan sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya, mudah-mudahan bisa kita tangkap,” ujarnya.
Ia berharap dengan dukungan teknologi pengawasan tersebut, aksi pencurian yang merugikan masyarakat dan pemerintah dapat segera dihentikan serta tidak kembali terulang.
Pagar Besi Taman Kampung Melayu Raib
Sebelumnya, kasus pencurian pagar besi juga terjadi di taman yang berada di bawah kolong jalan layang (flyover) Kampung Melayu, Jakarta Timur. Warga sekitar mengaku pagar besi tersebut hilang hanya dalam hitungan beberapa hari.
“Seminggu lalu, pagarnya masih ada, tapi beberapa hari ini, sekitar tiga sampai empat hari sudah habis, cepat sekali hilangnya pagarnya sama pencuri,” ujar seorang warga bernama Ana (38), dikutip dari Antara.
Aksi pencurian yang dilakukan secara terang-terangan itu bahkan sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, para pelaku diduga beraksi pada waktu-waktu tertentu tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Fenomena yang dijuluki sebagai aksi “rayap besi” tersebut menjadi sorotan publik karena menyasar berbagai fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berkomitmen memperketat pengawasan sekaligus menindak pelaku melalui proses hukum dan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.














