Media90 – Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan (OP) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum), A. Adi Umar Dani, meninjau langsung kondisi jaringan irigasi gantung di Daerah Irigasi Rawajitu, wilayah Mesuji–Tulang Bawang, Sabtu (9/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Adi Umar Dani didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari. Keduanya melihat langsung progres perbaikan di sejumlah titik, termasuk kondisi pompa air serta saluran pembuang primer (SPP) Rawajitu yang saat ini sedang dalam tahap normalisasi.
Irigasi Dibangun 2020–2023, Kini Masuk Tahap Perbaikan
Adi Umar Dani menjelaskan bahwa jaringan irigasi gantung di Mesuji–Tulang Bawang tersebut merupakan infrastruktur yang dibangun pada periode 2020 hingga 2023. Saat ini, beberapa bagian saluran yang mengalami kerusakan tengah diperbaiki oleh tim BBWS Mesuji Sekampung.
“Kami hadir untuk memastikan perbaikan ini segera dilaksanakan, dan saat ini Balai BBWS juga sudah bergerak melakukan perbaikan,” kata Adi Umar Dani.
Minta Penambahan Pekerja untuk Percepat Pengerjaan
Untuk mempercepat proses perbaikan, pihaknya meminta agar jumlah tenaga kerja ditambah sehingga target penyelesaian dapat dicapai lebih cepat, yakni maksimal dalam waktu dua minggu. Beberapa sektor irigasi disebut sudah selesai diperbaiki dan dapat segera kembali berfungsi.
Adi menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen memastikan seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani di wilayah Mesuji dan Tulang Bawang.
Evaluasi Pompa Air dan Efisiensi Operasional
Selain fokus pada jaringan irigasi, Kementerian PU juga akan melakukan evaluasi terhadap pompa-pompa air yang dinilai belum bekerja secara optimal.
“Permasalahannya ternyata bukan hanya pada jaringan, tapi juga pada pompa air yang sudah dibangun. Nanti akan kami analisis kembali agar bisa lebih efisien dan manfaatnya bagi petani lebih maksimal,” tegasnya.
Normalisasi Saluran 10,2 Kilometer
Saat ini juga tengah dilakukan normalisasi saluran sepanjang 10,2 kilometer untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan persawahan tetap terjaga. Kegiatan ini mencakup tiga desa, yakni Desa Wono Agung dan Desa Bumi Ratu di Kabupaten Tulang Bawang, serta Desa Bandar Anom di Kabupaten Mesuji.
Di saluran primer, pekerjaan pembersihan terus dilakukan agar debit air yang mengalir ke lahan petani dapat lebih maksimal.
Harapan untuk Sektor Pertanian Lampung
Dengan percepatan perbaikan dan normalisasi ini, Kementerian PU berharap jaringan irigasi gantung dapat kembali berfungsi optimal. Hal tersebut diharapkan mampu menjaga distribusi air ke lahan pertanian serta memperkuat sektor pertanian di wilayah Lampung, khususnya Mesuji dan Tulang Bawang.














