Media90 – Klinik Pratama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni 22–23 April 2026, dengan melibatkan ratusan peserta dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Kampus (AUPKK) UIN RIL, Dr. H. Juanda Naim, M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut serta menegaskan dukungan pimpinan terhadap kegiatan teknis yang memberikan dampak langsung bagi sivitas akademika.
Menurutnya, pelatihan BLS menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kebutuhan seluruh elemen kampus, termasuk mahasiswa yang jumlahnya mencapai lebih dari 25 ribu orang. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat disebarluaskan kepada lingkungan sekitar.
“Melalui peserta yang ikut hari ini, apa yang didapatkan baik teori maupun praktik bisa dibagikan kepada mahasiswa lain dan lingkungan sekitar. Pelatihan ini bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Juanda juga mendorong agar pelatihan serupa dapat diperluas cakupannya, termasuk melibatkan petugas keamanan dan tenaga umum di lingkungan kampus. Menurutnya, mereka merupakan pihak yang paling sering berada di lapangan dan berpotensi menghadapi situasi darurat.
Ia bahkan mengusulkan agar materi bantuan hidup dasar dapat diperkenalkan sejak awal kepada mahasiswa baru, misalnya melalui kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), sebagai bekal dasar dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja sehingga keterampilan pertolongan pertama menjadi hal yang sangat penting dimiliki oleh semua pihak.
“Kita tidak tahu kapan musibah terjadi. Dengan pelatihan seperti ini, setidaknya kita punya bekal untuk melakukan pertolongan pertama sebelum tenaga medis datang,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Layanan Kesehatan UIN RIL, Dr. Rika Damayanti, M.Kep., Ns., Sp.Kep.J., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan BLS tahun ini merupakan pelaksanaan tahun kedua yang mendapat dukungan penuh dari pimpinan kampus.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, bahkan pendaftaran sempat membludak sebelum akhirnya ditutup.
“Kalau tidak ditutup, masih banyak yang ingin mendaftar. Ini menunjukkan minat yang besar terhadap pelatihan bantuan hidup dasar,” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian materi teori dan praktik. Hari pertama diisi dengan penyampaian teori oleh instruktur internal kampus yang terdiri dari dokter dan perawat Klinik Pratama. Sementara sesi praktik turut melibatkan instruktur dari Rumah Sakit Urip Sumoharjo yang telah memiliki sertifikasi.
Setelah sesi utama, peserta kemudian dibagi dalam kelompok kecil untuk melanjutkan praktik langsung di Klinik Pratama UIN RIL.
Rika menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan pemahaman peserta mengenai protokol BLS sesuai standar medis, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat seperti henti jantung atau sumbatan jalan napas, serta menumbuhkan budaya kepedulian dan jiwa kemanusiaan di lingkungan kampus.
“Kami berharap peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang siap digunakan ketika dibutuhkan,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang serta diperluas hingga ke masyarakat melalui program pengabdian.
“Kami ingin pelatihan ini tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga bisa menjangkau masyarakat luas,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam memperkuat peran perguruan tinggi, tidak hanya di lingkungan akademik, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam aspek kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.














