Media90.id – Provinsi Lampung resmi menjadi tuan rumah seri penutup International Kesatria Nusantara PBTI Series Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026. Ajang bergengsi yang digagas Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila) selama tiga hari, pada 10–12 Juli 2026.
Kejuaraan di Lampung merupakan seri kelima sekaligus babak pamungkas dari rangkaian kompetisi nasional yang sebelumnya telah digelar di sejumlah daerah. Menariknya, seri penutup ini berhasil mencatatkan jumlah peserta terbanyak dibandingkan empat seri sebelumnya, menunjukkan tingginya antusiasme atlet taekwondo dari berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut menjadi momentum penting bagi Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Lampung untuk meningkatkan pengalaman dalam menggelar kejuaraan berskala nasional hingga internasional.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Lampung sebagai tuan rumah menjadi bukti bahwa daerah ini semakin siap menyelenggarakan event olahraga berskala besar sekaligus mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Pengprov TI Lampung, Ali Hanafiah, menegaskan kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga wadah strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan di masa depan.
Ia mengungkapkan, kehadiran tim talent scouting dari PB Taekwondo Indonesia menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kejuaraan karena para atlet mendapat kesempatan dipantau langsung oleh pencari bakat tingkat nasional.
“Kami menargetkan mampu meraih dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, dengan dukungan tim talent scouting dari PB TI yang memantau langsung para atlet,” ujar Ali Hanafiah.
Menurutnya, pemantauan langsung dari tim talent scouting akan membantu proses seleksi atlet potensial sekaligus menjadi motivasi bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik selama bertanding.
Selain menjadi ajang pembinaan prestasi, kejuaraan ini juga dinilai sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui olahraga. Kehadiran ribuan peserta, ofisial, dan pendamping dari berbagai daerah juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lokal, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro di sekitar lokasi pertandingan.
Pengurus Besar Taekwondo Indonesia berharap seri penutup International Kesatria Nusantara PBTI Series Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 dapat berlangsung sukses dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta menjadi tonggak penting dalam pembinaan atlet taekwondo Indonesia menuju prestasi di tingkat internasional.














