Media90 – Deru mesin mobil bertenaga tinggi dan kepulan asap ban yang membubung di Way Handak Expo bukan lagi sekadar simbol maskulinitas.
Di balik kemudi mobil-mobil yang meliuk ekstrem di lintasan balap, hadir para perempuan tangguh yang membuktikan bahwa dunia drifting juga menjadi ruang bagi atlet wanita untuk bersinar.
Momen bersejarah tersebut mendapat perhatian langsung dari Zita Anjani yang hadir dalam Awarding Ceremony Indonesian Drift Series Sumatra 2026 pada Minggu sore, 24 Mei 2026.
Kehadiran Zita Anjani yang juga merupakan istri Bupati Lampung Selatan dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap perkembangan atlet perempuan di dunia olahraga otomotif Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Zita secara simbolis menyapa langsung para pembalap wanita yang berlaga di kelas Women Drift Challenge (WDC) Pro-Am.
Dukungan itu menjadi dorongan moral penting bagi berkembangnya ekosistem motorsport perempuan yang kini mulai mendapat tempat lebih besar di Indonesia.
Persaingan di kelas drifter wanita pun berlangsung sengit dan tak kalah menarik dibanding kelas utama.
Zanetta Salsabila dari Zetta Racing Team tampil dominan dan berhasil keluar sebagai juara pertama di kelas Women Drift Challenge Pro-Am.
Posisi kedua diraih Vamells dari Tim Unclock Indonesia, sementara Ayuni Widya Kusuma dari Kendali Racing Team menempati posisi ketiga.
Sedangkan posisi keempat berhasil diamankan oleh Wendy Welters.
Kehadiran Zita Anjani serta dominasi para drifter wanita menjadi penutup manis bagi rangkaian IDS Sumatra 2026 yang mencatat sejarah sebagai event otomotif drifting terbesar pertama yang digelar di Pulau Sumatera.
Kesuksesan penyelenggaraan ajang nasional tersebut juga tidak lepas dari keberanian Lampung Selatan mengambil peran sebagai tuan rumah.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama acara berlangsung.
“Mari bersama-sama jadikan Lampung Selatan sebagai destinasi wisata yang nyaman dan menarik untuk seluruh kalangan,” ujar Radityo Egi Pratama.
Sementara itu, Founder Indonesian Drift Series, Akbar Rais memuji dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam penyelenggaraan event tersebut.
Menurutnya, Lampung Selatan berhasil mematahkan anggapan bahwa event otomotif besar hanya bisa digelar di Pulau Jawa.
“Indonesia bukan hanya Jawa, tapi juga Sumatera hingga Papua,” kata Akbar Rais.
Melalui sinergi antara prestasi atlet perempuan, dukungan pemerintah daerah, serta perhatian pemerintah pusat, IDS Sumatra 2026 dinilai bukan hanya melahirkan juara baru di lintasan balap.
Ajang tersebut juga membuka babak baru bagi perkembangan sport tourism yang lebih inklusif dan merata di Indonesia.














