Media90 – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, mengedepankan gaya kepemimpinan humanis, terbuka, dan responsif dalam merangkul elemen mahasiswa serta insan media di Lampung.
Melalui berbagai dialog langsung, jenderal bintang dua kelahiran Kotabumi tersebut menempatkan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah.
Sikap tegas yang dibalut empati ditunjukkan Mayjen TNI Kristomei Sianturi saat menemui massa Aliansi Lampung Melawan di Gapura Kantor DPRD Lampung.
Di tengah suasana aksi penyampaian aspirasi, Kristomei memilih menghentikan dialog sejenak untuk menghormati adzan Dzuhur yang berkumandang. Langkah tersebut menciptakan suasana hening penuh penghormatan di tengah massa aksi.
Dalam kesempatan itu, ia juga menanggapi langsung tuntutan mahasiswa terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Kristomei menegaskan komitmennya untuk meneruskan aspirasi mahasiswa kepada Panglima TNI agar kasus tersebut dapat ditangani secara tuntas dan transparan. Namun demikian, ia juga memberikan pemahaman realistis kepada para mahasiswa terkait proses penanganan yang berjalan.
Selain itu, Pangdam XXI/Radin Inten memberikan apresiasi terhadap peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam sistem demokrasi selama dilakukan secara tertib dan damai.
“Saya bangga dengan mahasiswa dan mahasiswi Lampung yang telah menunjukkan kualitas intelektualitasnya sebagai akademisi, dengan menyampaikan aspirasinya secara tertib dan damai,” kata Mayjen Kristomei Sianturi.
Pendekatan persuasif tersebut berlanjut dalam diskusi interaktif bersama mahasiswa Universitas Bandar Lampung di Makodam XXI/Radin Inten.
Dalam diskusi itu, Kristomei menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut generasi muda memiliki karakter kuat dan wawasan kebangsaan yang mendalam.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadi garda terdepan dalam menyaring arus informasi di era digital dan tidak mudah terpengaruh hoaks yang tersebar di media sosial.
Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan berbagai isu, mulai dari hak asasi manusia hingga penguatan ekonomi desa berbasis koperasi.
Di bawah kepemimpinannya, Kodam XXI/Radin Inten mengusung semangat “Kodam XXI/RI Kolaborasi Untuk Negeri” yang diwujudkan melalui forum silaturahmi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan insan media se-Provinsi Lampung melalui program Radin Inten Menyapa.
Program tersebut diharapkan mampu mempererat sinergi antara militer, akademisi, dan pers dalam mendukung pembangunan daerah.
Selain memperkuat komunikasi, Kristomei juga memaparkan peran aktif TNI AD dalam berbagai program strategis yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Sebagai putra daerah yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kristomei menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Ia bahkan menghadirkan Centurion 21 sebagai kanal komunikasi langsung antara masyarakat dengan jajaran TNI di wilayah Kodam XXI/Radin Inten.
Melalui berbagai langkah kolaboratif tersebut, Kodam XXI/Radin Inten berupaya menciptakan stabilitas keamanan sebagai fondasi utama bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Lampung dan Bengkulu.














