BERITA

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis untuk Percepat Digitalisasi UMKM

Luluk RJMP
7
×

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis untuk Percepat Digitalisasi UMKM

Sebarkan artikel ini
Peluncuran Toko Tapis Perkuat Komitmen Pemprov Lampung Bangun Ekonomi Digital Daerah
Peluncuran Toko Tapis Perkuat Komitmen Pemprov Lampung Bangun Ekonomi Digital Daerah

Media90.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi meluncurkan Toko Tapis, sebuah marketplace lokal yang dirancang untuk memperkuat perekonomian daerah melalui digitalisasi pemasaran produk unggulan serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Lampung.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Liza Derni, mengatakan transformasi digital kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana memperkuat ekonomi masyarakat.

Ads
close ads

“Daerah tidak boleh tertinggal, dan harus mampu memastikan kemajuan teknologi menjadi alat untuk memperkuat ekonomi rakyat, membuka akses pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Liza Derni, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, peluncuran Toko Tapis merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, BUMD PT Wahana Raharja (Perseroda), dan platform digital MBizmarket.

Menurut Liza, kehadiran marketplace tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan akses pasar, promosi, hingga pembiayaan serta adaptasi terhadap sistem perdagangan berbasis digital.

“Saat ini banyak produk unggulan Lampung memiliki kualitas dan karakteristik yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Namun produk-produk tersebut masih membutuhkan saluran pemasaran yang kuat, terintegrasi, dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar platform jual beli, Toko Tapis diharapkan menjadi etalase ekonomi daerah yang memperkenalkan identitas Lampung kepada pasar yang lebih luas. Nama “Tapis” dipilih sebagai simbol warisan budaya Lampung yang mencerminkan nilai ketekunan, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat setempat.

Melalui marketplace ini, Pemprov Lampung menargetkan terciptanya ruang bersama yang mempertemukan produsen lokal dengan konsumen secara lebih efektif. Platform tersebut juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, mempercepat proses transaksi, serta membangun ekosistem usaha daerah yang berkelanjutan.

Berbagai produk unggulan khas Lampung akan dipasarkan melalui Toko Tapis, mulai dari kerajinan tangan, kain tapis, kopi, produk kuliner, hasil pertanian, produk olahan, fesyen lokal, hingga beragam karya ekonomi kreatif yang dihasilkan generasi muda.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa peluncuran Toko Tapis tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Marketplace tersebut harus berkembang menjadi platform digital yang terpercaya, dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha lokal.

Karena itu, pengelolaan platform akan dilakukan secara profesional dengan dukungan sistem pembayaran yang aman, mekanisme transaksi yang transparan, layanan pengaduan yang responsif, serta pendampingan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan literasi digital.

Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan perangkat daerah, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, komunitas digital, hingga sektor swasta. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan marketplace melalui program pelatihan, akses pembiayaan, promosi, hingga dukungan logistik dan distribusi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Wahana Raharja (Perseroda), Asep Muzaki, menjelaskan bahwa Toko Tapis merupakan salah satu bentuk komitmen BUMD dalam menghadirkan platform transaksi digital yang dapat dimanfaatkan oleh perangkat daerah sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Keberadaan marketplace lokal tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi belanja pemerintah, serta mendorong perputaran ekonomi agar lebih banyak memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat Lampung,” kata Asep Muzaki.

Melalui peluncuran Toko Tapis, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan omzet usaha, serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Penguatan ekosistem ekonomi digital ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing Provinsi Lampung di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan