Media90 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi terkait untuk membahas langkah penanganan banjir secara terpadu, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas upaya penanganan banjir melalui perencanaan menyeluruh dari hulu hingga hilir, sebagai solusi jangka panjang bagi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah perkotaan.
Prioritas Utama Pemerintah
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi prioritas utama pemerintah daerah, karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, pembangunan kota, hingga iklim investasi.
Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar pada tahun 2026 untuk penyusunan masterplan pengendalian banjir di Bandar Lampung.
“Penyusunan masterplan ini tidak hanya memetakan wilayah rawan banjir, tetapi juga mencakup penyusunan desain dasar sebagai acuan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir secara menyeluruh,” ujar Gubernur.
Koordinasi Lintas Wilayah
Penanganan banjir juga akan dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah, dengan melibatkan pemerintah daerah di sekitar Bandar Lampung, seperti Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
Dalam rapat tersebut turut dibahas rencana pembangunan embung dan kolam retensi di sejumlah titik strategis, guna menekan debit air yang masuk ke wilayah perkotaan saat musim hujan.
Sinergi Jadi Kunci
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung terhadap upaya penanganan banjir.
“Pemkot Bandar Lampung siap bersinergi dalam upaya penanganan banjir. Kolaborasi antar instansi menjadi kunci agar persoalan banjir yang selama ini terjadi dapat ditangani secara maksimal dan berkelanjutan,” ungkap Eva Dwiana.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap penanganan banjir di Bandar Lampung dapat dilakukan secara lebih terstruktur, terpadu, serta berorientasi pada solusi jangka panjang demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.














